logo Kompas.id
EkonomiChappy, Freeport, dan Kritik Iklim Investasi Indonesia

Chappy, Freeport, dan Kritik Iklim Investasi Indonesia

Indonesia belum sepenuhnya menjadi negara ramah investasi. Negara yang tidak bisa menjamin kepastian hukum akan ditinggalkan investor. Hal itu akan menurunkan gairah berinvestasi dan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Oleh I GUSTI AGUNG BAGUS ANGGA PUTRA
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/I GUSTI AGUNG BAGUS ANGGA PUTRA

Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Purnawirawan Chappy Hakim memberikan sambutan saat peluncuran buku terbarunya berjudul Freeport Catatan Pribadi Chappy Hakim di Jakarta, Senin (28/10/2019). Chappy menuliskan pengalamannya ketika dipercaya menjadi Presiden Direktur PT Freeport Indonesia pada 2016-2017.

JAKARTA, KOMPAS – Kepastian hukum mutlak diperlukan bila pemerintah ingin mengundang investor ke Indonesia. Negara yang tidak bisa menjamin kepastian hukum akan ditinggalkan investor dan menurunkan gairah masyarakat berinvestasi, sehingga akan berdampak pada kegiatan dan pertumbuhan perekonomian.

Indonesia belum sepenuhnya menjadi negara ramah investasi. Indikasi itu tercermin dari tiada satu pun perusahaan asal China yang terdampak perang dagang Amerika Serikat (AS)-China memilih Indonesia sebagai lokasi ekspansi.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Hendriyo Widi
Bagikan
Memuat data..