logo Kompas.id
UtamaJika Intoleransi Bisa...

Jika Intoleransi Bisa Diajarkan, Toleransi Jauh Lebih Bisa Diajarkan

Segala jenis perbedaan tidak boleh dijadikan pemicu konflik, apalagi konflik berbasis agama. Sebaliknya, keyakinan hendaknya menjadi kekuatan penebar damai.

Oleh
NINO CITRA ANUGRAHANTO
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/H92NH216fNxUwXgEl8zETM_XJ80=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F10%2F10915f81-3645-4e95-a66e-1044653f7e62_jpg.jpg
KOMPAS/NINO CITRA ANUGRAHANTO

Seminar bedah buku berjudul Kata Bersama Antara Muslim dan Kristen di Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta, Senin (28/10/2019).

Segala jenis perbedaan tidak boleh dijadikan pemicu konflik, apalagi konflik berbasis agama. Sebaliknya, keyakinan hendaknya menjadi kekuatan penebar damai. Salah satu caranya, menjalin dialog antarumat beragama guna menemukan kesamaan paham di tengah perbedaan yang ada.

Bukankah setiap agama mengajarkan saling menyayangi dan mengasihi sesama? Hal itu di antaranya dibahas dalam diskusi buku Kata Bersama Antara Muslim dan Kristen yang digelar di Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta, Senin (28/10/2019). Buku tersebut diluncurkan pada Agustus 2019 oleh UGM Press. Buku itu merupakan edisi bahasa Indonesia yang diperluas dari buku aslinya yang berjudul Muslim and Christian Understanding, Theory and Application of ”A Common Word” (2010) yang disunting David K Linnan dan Waleed El-Ansary.

Editor:
gesitariyanto
Bagikan