logo Kompas.id
Pendidikan & KebudayaanLangganan, ”Subscribe”

Langganan, ”Subscribe”

Akankah kata langganan lenyap dari peredaran akibat tergusur oleh subscribe? Tanyaan itu muncul setelah beredar banyak isu soal penyusutan penerbitan media cetak lantaran terdesak oleh kecanggihan teknologi internet.

Oleh KASIJANTO SASTRODINOMO
· 2 menit baca

Akankah kata langganan lenyap dari peredaran akibat tergusur oleh subscribe? Tanyaan itu muncul setelah beredar banyak isu soal penyusutan penerbitan atau kematian media (massa) cetak lantaran terdesak oleh kecanggihan teknologi internet. Selama ini media cetak menjadi promotor utama pemakaian dan penyebarluasan kata langganan dan turunannya. Di kanal YouTube kata subscribe terus digaungkan untuk menggaet perhatian warganet. Beberapa media cetak Indonesia ternyata juga menggunakan subscription untuk mengundang pelanggan baru.

Jawaban optimistis atas tanyaan itu memperkirakan bahwa kata langganan—baik dalam arti ’berlangganan’ maupun ’pelanggan’—akan tetap beredar di tengah serbuan kata subscribe di ruang maya. Alasannya, langganan telah ”melembaga” sebagai idiom yang merujuk pada banyak kebutuhan dasar atau keperluan rutin sehari-hari manusia. Sudah sejak lama terdengar ungkapan langganan air, langganan listrik, langganan koran, juga langganan beras, langganan sayur-mayur, langganan susu (sapi), dan lain-lain. Artinya, pemakaian kata langganan mencakup utilitas penting dan tertancap kuat dalam pikiran khalayak ramai.

Daya tahan langganan telah teruji dalam sejarah. Kata itu harus bersaing melawan abonemen pada masa lalu. Seturut asal-usulnya, abonnement hanya akrab di lingkaran orang Belanda dan selapis tipis elite pribumi yang ikut berlangganan koran atau susu sapi. Pada awal dekolonisasi, abonemen masih tertulis dalam media pers Indonesia, tetapi setelah itu langganan menyodoknya hingga sekarang. Koran ini, misalnya, mencantumkan informasi Layanan Pelanggan, Harga Langganan, dan Bagian Sirkulasi (Langganan) pada setiap edisinya. Media cetak pula yang berperan membentuk langganan society  ’masyarakat (ber-)langganan’ di negeri ini (lihat Eduard Kimman, Indonesian Publishing, 1981).

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Yovita Arika
Bagikan
Memuat data..