logo Kompas.id
β€Ί
Utamaβ€ΊIntrusi Air Laut Ganggu...
Iklan

Intrusi Air Laut Ganggu Produksi Air Bersih Banjarmasin

Produksi air bersih di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terganggu akibat Sungai Martapura terintrusi air laut. Kadar garam yang tinggi membuat air sungai tak bisa diolah sebagai sumber air baku PDAM setempat.

Oleh
JUMARTO YULIANUS
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/d5jPwz2IqkG9sdjOmEVqcJRCBsM=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F09%2F20190930jum-krisis_air_bersih_2SILO.jpg
KOMPAS/JUMARTO YULIANUS

Seorang pengantar air bersih mengisi drum-drum dengan air bersih dari tandon yang disediakan PDAM Bandarmasih di Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (30/9/2019).

BANJARMASIN, KOMPAS β€” Produksi air bersih di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terganggu akibat Sungai Martapura terintrusi air laut. Di salah satu titik pengambilan air baku Perusahaan Daerah Air Minum Bandarmasih, kadar garamnya sudah melebihi 10 kali lipat dari ambang batas yang ditetapkan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, ambang batas kadar garam dalam air untuk diolah menjadi air bersih atau air minum yaitu 250 miligram per liter. Pemeriksaan pada Senin (30/9/2019) terhadap sampel air Sungai Martapura di Intake Sungai Bilu, kadar garamnya mencapai 3.500 mg/l. Bahkan, beberapa hari sebelumnya, kadar garam sempat mencapai 6.000 mg/l.

Editor:
Mohamad Final Daeng
Bagikan