logo Kompas.id
β€Ί
Utamaβ€ΊWarga Terpapar Merkuri di...

Warga Terpapar Merkuri di Sungai Batanghari

Pertambangan emas yang menggunakan bahan berbahaya merkuri di Sungai Batanghari mendesak dihentikan karena mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan warga. Penertiban untuk mencegah dampak lebih parah di masa datang.

Oleh
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/kFVbvxP57Ip-VZyc4u9OZwCd1uw=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F09%2FAir-Batang-Hari-di-Dharmasraya-Tercemar_83309301_1569253652.jpg
KOMPAS/YOLA SASTRA

Sejumlah perahu dari Karnaval Arung Pamalayu melintasi Sungai Batanghari, Dharmasraya, Sumatera Barat, Senin (23/9/2019). Beberapa tahun terakhir kondisi air Batanghari di Dharmasraya keruh dan tercemar limbah merkuri akibat aktivitas tambang emas.

DHARMASRAYA, KOMPAS β€” Hasil kajian tahun 2018 menunjukkan adanya indikasi warga di sekitar Sungai Batanghari di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, terpapar merkuri. Penertiban tambang emas yang menggunakan merkuri di hulu sungai mendesak dilakukan untuk mencegah dampak lebih parah pada masa mendatang.

Sungai Batanghari membentang sekitar 800 kilometer melewati Kabupaten Dharmasraya dan tujuh kabupaten/kota lainnya di Sumbar dan Jambi. Pencemaran merkuri yang berdampak pada warga di sekitar Sungai Batanghari di Dharmasraya terungkap dari hasil kajian Direktorat Pengelolaan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerja sama dengan Pusat Studi Lingkungan Hidup Institut Teknologi Bandung. Kajian dilakukan tahun 2018 di Kecamatan IX Koto dan Kecamatan Sitiung.

Editor:
Bagikan