logo Kompas.id
UtamaTarget APBN 2020 di Bawah...

Target APBN 2020 di Bawah Bayang-bayang Ketidakpastian Global

Pelonggaran kebijakan fiskal jadi strategi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap di atas 5 persen tahun 2020. Instrumen APBN digunakan sebagai kontra siklus menggenjot sumber perekonomian dari dalam negeri.

Oleh
KARINA ISNA IRAWAN
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/NqrpVWICCx_QWDOhMvlcyTXTs74=/1024x497/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F09%2F42eba440-c561-4d90-aa47-28b8d34e3e67_jpeg.jpg
KOMPAS/KARINA ISNA IRAWAN

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Sidang Paripurna DPR ke-10, Selasa (14/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS — Pelonggaran kebijakan fiskal jadi strategi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap di atas 5 persen tahun 2020. Instrumen APBN digunakan sebagai kontra siklus menggenjot sumber perekonomian dari dalam negeri.

DPR RI menyetujui pengesahan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020 dalam Sidang Paripurna DPR ke-10, Selasa (14/9/2019). Dalam UU APBN 2020, asumsi makro pertumbuhan ekonomi ditetapkan 5,3 persen, inflasi 3,1 persen, nilai tukar Rp 14.400 per dollar AS, serta surat perbendaharaan negara (SPN) 3 bulan 5,4 persen.

Editor:
M Fajar Marta
Bagikan