logo Kompas.id
β€Ί
Utamaβ€ΊGerakan Sekolah Menyenangkan...
Iklan

Gerakan Sekolah Menyenangkan Dorong Perubahan Paradigma Pendidikan

Paradigma pendidikan di sekolah saatnya diubah guna menumbuhkan budaya belajar kritis, kreatif, mandiri, dan menyenangkan. Perubahan paradigma itu antara lain mencakup perubahan peran guru dalam pembelajaran di sekolah.

Oleh
HARIS FIRDAUS
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/khNBAJkqyMzZkoxPYrkqeISdLfM=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F09%2F2bb0d195-aa9a-4c21-800d-e0d07f634b7b_jpg.jpg
Kompas/Haris Firdaus

Menteri Pendidikan Negara Bagian Victoria, Australia, James Merlino (paling kanan), didampingi pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan, Muhammad Nur Rizal (kedua dari kanan) dan Novi Poespita Candra (ketiga dari kanan), melihat kain batik karya murid-murid SMP Negeri 2 Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (20/9/2019). Kunjungan itu dalam rangka melihat implementasi konsep pendidikan Gerakan Sekolah Menyenangkan di SMPN 2 Sleman.

SLEMAN, KOMPAS – Para guru dan pemangku kepentingan terkait diajak mengubah paradigma pendidikan di sekolah guna menumbuhkan budaya belajar kritis, kreatif, mandiri, dan menyenangkan. Perubahan paradigma itu antara lain mencakup perubahan peran guru dalam pembelajaran di sekolah.

β€œApa yang kami lakukan pertama kali di Gerakan Sekolah Menyenangkan adalah mengubah paradigma pendidikan,” kata pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan, Muhammad Nur Rizal, dalam kunjungan ke SMP Negeri 2 Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (20/9/2019).

Editor:
Gregorius Magnus Finesso
Bagikan