logo Kompas.id
OpiniArtikel OpiniDialog Menuju Papua Tanah Damai

Dialog Menuju Papua Tanah Damai

Pengalaman diskriminasi yang panjang yang dirasakan orang Papua menjadikan persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua yang terjadi di Jawa Timur merembet pada peristiwa kerusuhan di Papua Papua dan Papua Barat Bahkan munculnya pernyataan lahir sebagai Papua saja sudah salah menunjukkan

Oleh Rosita Dewi
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Heru Sri Kumoro

Diskusi "Mencari Solusi Permanen Atas Persoalan Papua" yang diselenggarakan Harian Kompas di Kantor Redaksi Kompas, Jakarta, Jumat (6/9/2019). Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Ketua MPR Zulkifli Hasan, dan Ketua DPR Bambang Soesatyo menjadi nara sumber dalam diskusi ini.

Pengalaman diskriminasi yang panjang yang dirasakan orang Papua menjadikan persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua yang terjadi di Jawa Timur merembet pada peristiwa kerusuhan di Papua (Papua dan Papua Barat). Bahkan, munculnya pernyataan ”lahir sebagai Papua saja sudah salah” menunjukkan sangat mendalamnya perlakuan diskriminasi yang dialami masyarakat Papua, terutama pada masa pemerintahan Soeharto.

Meskipun demonstrasi yang berujung pada tindakan anarkistis ini sudah bisa diredam oleh aparat keamanan, sentral masalah diskriminasi tersebut masih ada dan semakin terasa. Tuntutan demonstrasi yang berawal dari rasisme dan persekusi kemudian berubah menjadi tuntutan referendum.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Yohanes Krisnawan
Bagikan
Memuat data..