logo Kompas.id
EkonomiPasar Indonesia di Bawah Bayang-bayang Obligasi China

Pasar Indonesia di Bawah Bayang-bayang Obligasi China

Tumbuhnya minat investor asing terhadap obligasi Pemerintah China diprediksi akan memicu pergerakan arus modal keluar, terutama dari Thailand, Kolombia, Polandia, Afrika Selatan, dan Malaysia.

Oleh DIMAS WARADITYA NUGRAHA
· 1 menit baca
Memuat data...
I GUSTI AGUNG BAGUS ANGGA PUTRA UNTUK KOMPAS

Ilustrasi - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman saat memberikan sambutan pada kegiatan Pembukaan Masa Penawaran Sukuk Negara Ritel di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (23/2/2018). Pemerintah China juga menerbitkan obligasi yang dinilai mampu menarik minat investor asing sehingga dikhawatirkan memicu arus keluar modal asing dari pasar keuangan Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS — Kehadiran surat utang terbitan Pemerintah China cukup membuat waswas pasar keuangan dalam negeri. Pasar Surat Berharga Negara atau SBN mulai dihantui oleh risiko keluarnya arus modal menuju China karena obligasi Pemerintah China dinilai cukup menjanjikan di mata investor.

Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David Sumual, yang dihubungi di Jakarta, Sabtu (7/9/2019), mengingatkan bahwa minat investor asing terhadap instrumen surat utang terbitan Pemerintah China tinggi. Padahal, ”negara tirai bambu” tersebut baru membuka pasar obligasi dalam setahun terakhir.

Editor: hamzirwan
Bagikan
Memuat data..