logo Kompas.id
EkonomiBank Dunia: Indonesia Akan Sulit Mengekspor Kendaraan Listrik

Bank Dunia: Indonesia Akan Sulit Mengekspor Kendaraan Listrik

Indonesia diminta memperbaiki penyusunan aturan dan penegakan hukum, bukan sekadar memberikan insentif pajak.

Oleh KARINA ISNA IRAWAN
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Priyombodo

Pengunjung melihat mobil listrik produksi Mitsubishi dalam Indonesia Electric Motor Show 2019 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2019). Ajang pameran khusus kendaraan bermotor listrik ini berlangsung hingga 5 September 2019 dan 7 September 2019 di Kantor BPPT, Serpong, Banten.

JAKARTA, KOMPAS — Bank Dunia menilai Indonesia bakal kesulitan mengekspor kendaraan listrik karena tidak menjadi bagian dari rantai pasok global. Ekspor juga tidak mudah karena Indonesia tidak memiliki tenaga kerja ahli yang cukup.

Mengutip paparan Bank Dunia bertajuk ”Risiko Perekonomian Global dan Implikasinya terhadap Indonesia”, Jumat (6/9/2019), ada sejumlah hal yang membuat Indonesia terputus dari rantai pasok global ekspor manufaktur, yaitu terkait kebijakan nontarif, tarif impor, kekurangan tenaga ahli, dan restriksi investasi.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Antonius Ponco Anggoro
Memuat data..