logo Kompas.id
MetropolitanBetawi Tersisih, Jakarta Merugi

Betawi Tersisih, Jakarta Merugi

Hingga kini, Betawi masih lekat dengan predikat kampungan dan tersisih. Stigma yang coba terus dilawan, termasuk lewat film dan sinetron, bahkan sejak masa sebelum kemerdekaan negeri ini.

Oleh Aguido Adri/Dian Dewi Purnamasari
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/DIAN DEWI PURNAMASARI

Kesenian tradisional Betawi, buleng, ditampilkan dalam acara Pekan Sastra Betawi di Taman Ismail Marzuki, Rabu (7/8/2019). Buleng adalah seni mendongeng yang dibacakan oleh juru dongeng dengan bahasa yang liris. Biasanya menceritakan seputar kerajaan-kerajaan di Nusantara.

Dalam buku Katalog Film Indonesia 1926-2007 yang disusun JB Kristanto, orang Betawi sudah muncul di layar perak sejak era film bisu. Cerita Nyai Dasima dan Si Pitung mendominasi.

Selepas Orde Lama, film Matjan Kemajoran (1967) tenar yang berlanjut dengan film Djampang (1969), Dasima dan Samiun (1970), serta Si Pitung (1970). Tren ini berlanjut ke dekade 1970-an, orang Betawi kian mendapat tempat di film Indonesia. Namun, di dunia nyata, apakah juga sama?

Editor: Neli Triana
Bagikan
Memuat data..