logo Kompas.id
β€Ί
Utamaβ€ΊHeteroseksual Penyebab Utama...
Iklan

Heteroseksual Penyebab Utama Penyebaran HIV/AIDS di Bali

Dinas Kesehatan Provinsi Bali mencatat perilaku heteroseksual menduduki urutan tertinggi dalam penyebaran HIV/AIDS.

Oleh
AYU SULISTYOWATI
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/Jace3AUZp8ehalN1pcjZ4UdcwOQ=/1024x497/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F07%2F20190729_094522_1564394903.jpg
KOMPAS/AYU SULISTYOWATI

Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Bali tengah menjelaskan perkembangan HIV/AIDS di Bali, saat Lokakarya Jurnalis Peduli Aids, di Gedung BPSDM Bali, Kota Denpasar, Senin (29/7/2019).

DENPASAR, KOMPAS – Dinas Kesehatan Provinsi Bali mencatat jumlah akumulasi kasus HIV/AIDS di Bali, mulai 1987 hingga Maret 2019, mencapai 20.997 jiwa. Perilaku heteroseksual menduduki urutan tertinggi dengan 16.058 orang atau sekitar 76 persen. Sisanya berasal dari perilaku homoseksual, pengguna jarum suntik (IDU), tato, dan biseksual.

Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali I Made Suprapta mengatakan faktor penyebab tersebut bergeser sekitar sepuluh tahun terakhir. β€œSepuluh tahun lalu, kasus HIV/AIDS ditemui dari orang pengguna jarum suntik dari pecandu narkoba. Belakangan pengguna jarum suntik berkurang dan beralih kasus terdapat dari heteroseksual,” katanya, pada Lokakarya Jurnalis Peduli AIDS, di Gedung BPSDM, Kota Denpasar, Senin (29/7/2019).

Editor:
Siwi Yunita
Bagikan