logo Kompas.id
MetropolitanPengungsi Asing di Jakarta, Antara Panggilan Kemanusiaan dan Beban Sosial

Pengungsi Asing di Jakarta, Antara Panggilan Kemanusiaan dan Beban Sosial

Kehadiran pencari suaka dan pengungsi dari beberapa negara merupakan dilema bagi Jakarta. Di satu sisi, pemerintah dan warga Jakarta belum bersiap menghadapi masalah pengungsi asing. Di sisi lain, ada kisah pilu yang menggedor kemanusiaan.

Oleh Irene Sarwindaningrum
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUM

Seorang bayi berusia enam bulan digendong ibunya yang merupakan pencari suaka dari Sudan di penampungan sementara milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Minggu (14/7/2019). Mereka sudah berbulan-bulan terkatung-katung tanpa kejelasan masa depan di Indonesia.

Kehadiran para pencari suaka dan pengungsi dari beberapa negara merupakan dilema cukup pelik bagi Jakarta. Di satu sisi, baik pemerintah maupun warga Jakarta belum pernah bersiap untuk menghadapi masalah pengungsi asing. Di sisi lain, ada kisah-kisah pilu yang menggedor rasa kemanusiaan. Penolakan warga terhadap penampungan mereka pun membuat masalah bertambah rumit.

Setiap pencari suaka menyimpan kisah pilunya. Sekelompok gadis remaja mirip dengan sosok Malala Yousafzai—remaja putri asal Pakistan peraih penghargaan Nobel Perdamaian tahun 2014—terlihat menghabiskan waktu dengan duduk-duduk di sebuah sudut di ruangan di gedung lahan eks Kodim Jakarta Barat, Kalideres, tepatnya di perumahan mewah Daan Mogot Baru, Jakarta Barat, Minggu (14/7/2019).

Editor: Neli Triana, Muhammad Samsul Hadi
Bagikan
Memuat data..