logo Kompas.id
NusantaraRevitalisasi Pranata Sosial Cegah Konflik

Revitalisasi Pranata Sosial Cegah Konflik

KENDARI KOMPAS Konflik sosial terjadi salah satunya karena pranata sosial-budaya dahulu tak lagi dihidupi masyarakat Pranata sosial-budaya itu menjadi pegangan dalam mengelola hidup bersama sehingga ke depan perlu direvitalisasi Dosen sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Halu

· 1 menit baca

KENDARI, KOMPAS Konflik sosial terjadi salah satunya karena pranata sosial-budaya dahulu tak lagi dihidupi masyarakat. Pranata sosial-budaya itu menjadi pegangan dalam mengelola hidup bersama sehingga ke depan perlu direvitalisasi.

Dosen sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Darmin Tuwu, menyatakan hal itu terkait kerusuhan antara Desa Sampuabalo dan Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Buton, pekan lalu.

”Pranata sosial-budaya masyarakat Buton dahulu, misalnya, tak bisa digantikan dengan pranata sosial-politik formal sekarang. Ini perlu dilihat lagi karena kehadirannya efektif meredam dan menyelesaikan gejolak di dalam masyarakat,” kata Darmin yang juga Direktur Lembaga Kesejahteraan Sosial Indonesia Timur saat dihubungi dari Palu, Sulawesi Tengah, Senin (10/6/2019).

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Memuat data..