logo Kompas.id
Politik & HukumIndonesia Serukan Budaya Damai

Indonesia Serukan Budaya Damai

Indonesia menyerukan pentingnya budaya damai untuk melawan aksi teror. Solidaritas antarbangsa dibutuhkan untuk menjaga kestabilan.

Oleh Insan AlFajri
· 1 menit baca
Memuat data...
REUTERS/DINUKA LIYANAWATTE

Kerabat korban ledakan menangis di depan Gereja St Anthony, Colombo, Sri Lanka, Minggu (21/4/2019). Sekitar 250 orang tewas pada insiden terorisme itu.

JAKARTA, KOMPAS — Indonesia menyerukan pentingnya budaya damai untuk melawan aksi teror. Solidaritas antarbangsa dibutuhkan untuk menjaga kestabilan.

Hal itu mengemuka dalam diskusi ”Kemanusiaan dan Perdamaian Dunia: Solidaritas untuk Selandia Baru dan Sri Lanka”, Rabu (15/5/2019), di salah satu hotel di Jakarta Pusat. Diskusi menjelang buka puasa itu digagas Kantor Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Pascal S Bin Saju
Memuat data..