logo Kompas.id
Ilmu Pengetahuan & TeknologiMengolah Limbah Tahu Menjadi Biogas

Mengolah Limbah Tahu Menjadi Biogas

Pengrajin tahu Sumedang seringkali menghadapi masalah dalam memisahkan limbah cair pekat dengan limbah cair encer Selain berbau busuk limbah cair padat mengalami perubahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan dan menimbulkan gatal serta gangguan pernapasan Namun semenjak kehadiran Instalasi Pe

Oleh PRAYOGI DWI SULISTYO
· 1 menit baca
Memuat data...
DOKUMENTASI LIPI DAN NEWRI COMM-NTU

Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) anaerobik di Kampung Giriharja, Desa Kebon Jati, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. IPAL tersebut dapat membantu masyarakat dalam mengolah limbah tahu

Pengrajin  tahu Sumedang seringkali menghadapi masalah dalam memisahkan limbah cair pekat dengan limbah cair encer. Selain berbau busuk, limbah cair padat mengalami perubahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan dan menimbulkan gatal serta gangguan pernapasan. Namun, semenjak kehadiran Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) anaerobik yang dibuat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, berbagai permasalahan tersebut dapat diatasi.

Pembuatan tahu Sumedang menjadi salah satu usaha rumahan yang banyak ditemui di daerah Sumedang, Jawa Barat. Bahkan, tahu tersebut dikenal luas sebagai pangan khas dari kota itu. Usaha tersebut menyerap banyak pekerja tapi di sisi lain jadi salah satu sumber limbah yang mencemari lingkungan.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Evy Rachmawati
Bagikan
Memuat data..