logo Kompas.id
β€Ί
Utamaβ€ΊSainte Lague, Seusai Suara...
Iklan

Sainte Lague, Seusai Suara Disalurkan

Pada Pemilu 2019, untuk pertama kalinya Indonesia akan menerapkan metode dari rumpun divisor, yakni Sainte Lague. Pada pemilu-pemilu terdahulu, Indonesia menerapkan metode konversi suara dari rumpun kuota, yakni Kuota Hare.

Oleh
Antony Lee
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/mds3Ri_UrOlzQ_z4D3P_IDPnwxM=/1024x684/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F04%2FIMG-20190423-WA0003_1555997669.jpg
KOMPAS/YOLA SASTRA

Warga Desa Hilisataro Raya, Kecamatan Toma, Nias Selatan, Sumatera Utara, memasukkan surat suara ke dalam kotak pada pemilu susulan, Selasa (23/4/2019). Pada 17 April lalu, pemilu tertunda akibat kendala logistik yang tidak sampai ke TPS.

Pada 17 April 2019, para pemilih begitu antusias menyalurkan hak politiknya pada Pemilu 2019 dengan mendatangi tempat pemungutan suara. Lantas bagaimana suara itu bisa mewujud menjadi calon terpilih?

Antusiasme publik yang begitu besar pada Pemilu 2019 terlihat dari partisipasi pemilih yang terbilang tinggi. Hasil hitung cepat Litbang Kompas, misalnya, partisipasi pemilih pada pemilihan presiden dan wakil presiden mencapai 81,79 persen dengan sampel masuk 99,5 persen. Sementara partisipasi pemilih di pemilihan anggota legislatif 77,7 persen (sampel masuk 93,9 persen). Persentase itu melampaui target Komisi Pemilihan Umum yang sebesar 77,5 persen.

Editor:
Bagikan