logo Kompas.id
Pendidikan & KebudayaanRUU Penghapusan Kekerasan Seksual Memastikan Keadilan bagi Korban

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Memastikan Keadilan bagi Korban

Selain untuk melindungi masyarakat RUU Penghapusan Kekerasan Seksual juga memastikan hak korban kekerasan seksual dipenuhi termasuk upaya pemulihan korban JAKARTA KOMPAS Menjelang pemilihan presiden pada April mendatang DPR didesak segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kek

Oleh Laraswati Ariadne Anwar
· 0 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/LARASWATI ARIADNE ANWAR

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Asfinawati (kanan) menjelaskan bahwa Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual memastikan tidak ada warga negara yang berhak melakukan ataupun menjadi korban kekerasan seksual dan pelecehan. Dia mengatakan hal itu pada diskusi publik di DPR, Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Yovita Arika
Memuat data..