logo Kompas.id
UtamaIroni Lebah Raksasa

Ironi Lebah Raksasa

Oleh
Ahmad Arif
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/45gvP7LKR604cdcB5BClS5d1y7c=/1024x1372/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F03%2F752450A4-6BE7-4428-AE84-3E54C5FD3C09_1551274971.jpeg
Kompas

Temuan lebah raksasa Maluku Utara seperti dilaporkan fotografer Amerika Clay Bolt di laman GWC.

Penemuan kembali lebah raksasa Wallace (Megachile pluto) di pedalaman Maluku Utara telah memberi angin segar bagi upaya pelestarian alam dan keberagaman hayati. Namun, temuan ini juga menjadi ironi. Selain dilakukan oleh peneliti asing dengan tanpa izin penelitian, hal ini juga tanpa pelibatan ilmuwan Indonesia.

​Pencarian di mesin google pada Selasa (5/2) menunjukkan adanya 70.100 informasi terkait penemuan lebah raksasa yang baru dirilis sepekan lalu ini, yang menunjukkan besarnya perhatian dunia tentangnya. Empat peneliti asing dari berbagai institusi, yang menemukan kembali lebah ini diwacakan sejumlah media telah melakukan misi mulia: mencari dan mendokumentasikan binatang yang oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List sebagai vulnerable atau rentan ini.

Editor:
Bagikan