logo Kompas.id
NusantaraBali Ingin Bebas Perdagangan Daging Anjing

Bali Ingin Bebas Perdagangan Daging Anjing

Masyarakat dari berbagai kalangan menandatangani deklarasi bertajuk Bali Bebas Perdagangan Daging Anjing, di Denpasar, Bali, Jumat (1/3/2019). Perdagangan daging anjing rentan memberi citra buruk bagi Bali sebagai destinasi pariwisata sekaligus berdampak pada upaya pemberantasan rabies.

Oleh Cokorda Yudistira
· 0 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/COKORDA YUDISTIRA

Deklarasi "Bali Bebas Perdagangan Daging Anjing" ditandatangani serangkaian seminar "Sosialisasi Kerangka Hukum Kesejahteraan Hewan Dalam Upaya Mengakhiri Perdagangan Daging Anjing di Bali" di Denpasar, Bali, Jumat (1/3/2019). Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali I Wayan Mardiana turut menandatangani deklarasi "Bali Bebas Perdagangan Daging Anjing" tersebut.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Cornelius Helmy Herlambang
Memuat data..