logo Kompas.id
OpiniArtikel OpiniKorupsi Sektor Swasta

Korupsi Sektor Swasta

Korupsi dan suap sebagai manifestasi dari sifat rakus ketidakjujuran rendahnya martabat ketiadaan integritas dan hilangnya profesionalitas pada diri seseorang pada dasarnya telah merusak seluruh tatanan negara yang telah ada Dampak dari korupsi dan suap tersebut adalah kerugian negara y

Oleh Frans H Winarta
· 1 menit baca

Korupsi dan suap sebagai manifestasi dari sifat rakus, ketidakjujuran, rendahnya martabat, ketiadaan integritas, dan hilangnya profesionalitas pada diri seseorang, pada dasarnya telah merusak seluruh tatanan negara yang telah ada.

Dampak dari korupsi dan suap tersebut adalah kerugian negara yang nyata serta menurunnya kepercayaan publik, apalagi jika yang terlibat adalah para penegak hukum yang seharusnya menegakkan hukum dan keadilan. Mereka yang tahu hukum seharusnya memberikan teladan dan bukan memberikan contoh melanggar hukum atau mempermainkan hukum. Kejahatan mereka sungguh serius dan paling berbahaya dibandingkan dengan kejahatan lain.

Tak kalah penting, suap di sektor swasta juga kerap terjadi, tetapi belum mendapatkan perhatian lebih, bahkan terlupakan. Secara internasional, di dalam Konvensi Antikorupsi PBB (United Nation Convention Against Corruption/ UNCAC) telah diatur perihal suap di sektor swasta dan Indonesia telah meratifikasinya melalui Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2006.

Editor:
Bagikan
Memuat data..