logo Kompas.id
EkonomiPublik Perlu Edukasi Harga

Publik Perlu Edukasi Harga

JAKARTA KOMPAS Publik selaku konsumen bahan bakar minyak perlu diedukasi tentang struktur pembentuk harga bahan bakar Pasalnya Indonesia bergantung pada impor minyak mentah dan bahan bakar minyak lantaran produksi di dalam negeri tak mampu memenuhi kebutuhan konsumsi nasional Dengan demiki

Oleh ARIS PRASETYO
· 1 menit baca
Memuat data...

Petugas melakukan perawatan berkala terhadap dispenser bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina 31.102.02 di Jalan Abdul Muis, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Maret 2018. Pemerintah mengalokasikan tambahan subsidi solar, dari Rp 500 per liter menjadi Rp 1.000 per liter yang ditanggung APBN 2018. Sebelumnya, pemerintah menetapkan harga BBM jenis premium dan solar bersubsidi serta tarif listrik tidak naik hingga 2019.

JAKARTA, KOMPAS — Publik selaku konsumen bahan bakar minyak perlu diedukasi tentang struktur pembentuk harga bahan bakar. Pasalnya, Indonesia bergantung pada impor minyak mentah dan bahan bakar minyak lantaran produksi di dalam negeri tak mampu memenuhi kebutuhan konsumsi nasional. Dengan demikian, setiap kenaikan harga jual bahan bakar minyak dapat dipahami alasannya.

Pengajar pada Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti, Jakarta, Pri Agung Rakhmanto, mengatakan, edukasi tentang harga BBM diperlukan semua pihak. Naik turunnya harga BBM sesuai faktor-faktor yang memengaruhinya adalah hal wajar. Pemerintah juga pernah menurunkan harga jual BBM saat harga minyak mentah rendah dan posisi rupiah terhadap dollar AS stabil di kisaran Rp 13.000 per dollar AS.

Editor:
Bagikan
Memuat data..