logo Kompas.id
UtamaLaporan IPCC Tunjukkan...

Laporan IPCC Tunjukkan Indonesia Butuh Energi Terbarukan

Oleh
ICHWAN SUSANTO
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/grKJk4_NkTJNjd-XmVsEuG3tdGA=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F10%2Fkompas_tark_27114656_0_1.jpeg
Kompas

Banjir bandang luapan Sungai Citepus menutup permukaan Jalan Pagarsih, Bandung, Jawa Barat, akibat hujan disertai badai yang menghantam Kota Kembang ini, Minggu (13/11/2016). Sejumlah titik terdampak hujan disertai badai seperti banjir, pohon tumbang, serta lumpuhnya sarana transportasi kereta api selama beberapa jam. Badai ekstrem seperti ini merupakan dampak perubahan iklim yang bisa kian parah bila emisi gas rumah kaca tak segera dikurangi.

JAKARTA, KOMPAS—Laporan Panel Ahli Perubahan Iklim Antarpemerintah atau IPCC menunjukkan, masa 12 tahun ke depan menentukan nasib Bumi dan kehidupan manusia. Tanpa keberanian menekan emisi, kenaikan suhu bisa melebihi 1,5 derajat celcius yang mengancam ketahanan pangan dan kesehatan manusia serta memicu bencana alam ekstrem.

Dalam IPCC disebutkan, 12-30 tahun ini, kenaikan 1,5 derajat harus mencapai puncak pada 2030 dan turun drastis hingga emisi netral (net zero emission) pada 2050. Menurut IPCC dalam laporan, Senin (8/10/2018), seusai bersidang di Incheon, Korea Selatan, untuk mencapai “zona selamat” itu butuh mitigasi cepat dan menjangkau ke depan yang digarap semua pihak di dunia.

Editor:
Bagikan