logo Kompas.id
UtamaDefisit Migas Butuh Solusi Terpadu

Defisit Migas Butuh Solusi Terpadu

Oleh
ARIS PRASETYO
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA

Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS — Defisit transaksi berjalan triwulan II-2018 akibat membengkaknya impor minyak dan gas bumi butuh solusi terpadu yang mencakup masalah hulu sampai hilir. Kebijakan kewajiban pencampuran biodiesel ke dalam solar bisa menjadi solusi meski perlu penghitungan kembali secara cermat. Defisit neraca minyak dan gas bumi triwulan II-2018 sebesar 2,7 miliar dollar AS dari total defisit transaksi berjalan sebesar 8 miliar dollar AS.

Berdasar catatan Bank Indonesia, impor migas yang tinggi pada periode tersebut disebabkan tingginya permintaan migas menjelang dan sesudah Idul Fitri 2018. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS juga berpengaruh terhadap peningkatan nilai impor migas. Sebagai negara net importir minyak, Indonesia lebih banyak mengimpor produk minyak ketimbang minyak mentah.

Editor:
Bagikan