logo Kompas.id
Politik & HukumPolitik Keadaban

Politik Keadaban

&nbsp Tahun politik 2018 dan 2019the years living dangerously Suhu politik semakin eskalatif dalam tahun-tahun ini kelihatan berbahaya Pergulatan politik meningkat dengan berbagai kasak-kusuk dan lobi untuk meraih dukungan guna mendapat jabatan publik tinggi semacam wakil presiden karena ca

Oleh Azyumardi Azra, Prof UIN Jakarta dan Anggota Komisi Kebudayaan AIPI
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/RIZA FATHONI (RZF) 29-12-2011

Peringatan Haul ke-2 Gus DurKetua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Pimpinan Ponpes Soko Tunggal KH Nuril Arifin dan Romo Magnis Suseno (kiri ke kanan) hadir pada peringatan Haul ke-2 KH Abdurrahman Wahid di Kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis (29/12). Acara tersebut juga digelar bersamaan dengan Catatan Akhir Tahun 2011 DPP PKB dengan mengangkat tema "Menguatnya Pragmatisme Politik dan Memudarnya Solidaritas Kebangsaan" sebagai bagian dari penghormatan kepada Gus Dur atas sumbangsihnya membangun bangsa.

Tahun politik 2018 dan 2019—the years living dangerously? Suhu politik semakin eskalatif dalam tahun-tahun ini kelihatan berbahaya. Pergulatan politik meningkat dengan berbagai kasak-kusuk dan lobi untuk meraih dukungan guna mendapat jabatan publik tinggi semacam wakil presiden karena calon presiden yang akan datang tampaknya masih Joko Widodo.

Banyak pimpinan partai dan elite politik, tokoh sosial-budaya dan agama, aktivis lembaga swadaya masyarakat, media elektronik, dan media sosial memainkan peran dan bertanggung jawab atas peningkatan suhu politik. Mencermati eskalasi politik, bukan tidak banyak kalangan masyarakat yang merasa cemas dan khawatir terhadap masa depan negara-bangsa Indonesia.

Editor:
Bagikan
Memuat data..