logo Kompas.id
MetropolitanMembangun Rumah Ibadah

Membangun Rumah Ibadah

Sikap mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin itu bertolak belakang dengan yang terjadi saat ini Untuk mendirikan rumah ibadah di Jakarta tidak hanya harus memenuhi ketentuan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006 dan No 82006 tetapi juga harus menaati Peratur

· 1 menit baca
Memuat data...
DOK KOMPAS/RB SUGIANTORO

ARSIP HARIAN KOMPAS 1972: Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin meresmikan Percetakan PT Gramedia pada 25 November 1972 di Jalan Palmerah Selatan 26-28 Jakarta Pusat.

Sikap mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin itu bertolak belakang dengan yang terjadi saat ini. Untuk mendirikan rumah ibadah di Jakarta tidak hanya harus memenuhi ketentuan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006 dan No 8/2006, tetapi juga harus menaati Peraturan Gubernur DKI Jakarta No 83/2012 tentang Prosedur Pemberian Persetujuan Pembangunan Rumah Ibadat.

Dalam peraturan bersama menteri, selain ada persyaratan administratif dan persyaratan teknis bangunan gedung, juga ada persyaratan khusus pendirian rumah. Pengajuan izin pembangunan rumah ibadah harus disertai daftar nama dan KTP pengguna rumah ibadah minimal 90 orang yang disahkan pejabat setempat sesuai tingkat batas wilayah, dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 orang yang disahkan lurah/kepala desa, serta rekomendasi tertulis Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kabupaten/kota.

Editor:
Bagikan
Memuat data..