logo Kompas.id
Pendidikan & KebudayaanJalan Terjal Mencetak Guru yang Mumpuni

Jalan Terjal Mencetak Guru yang Mumpuni

Oleh NASRULLAH NARA
· 1 menit baca
Memuat data...
Deonisia Arlinta untuk Kompas

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi (kanan) menerima buah tangan dari Redaksi Kompas yang diserahkan Pemimpin Redaksi Kompas Budiman Tanuredjo. Upaya mewujudkan guru yang berdaulat dan mumpuni menjadi salah  satu target PGRI.

Kemajuan teknologi  memberi kemudahan pembelajaran. Materi  dalam bentuk buku dan kertas  kini bermigrasi ke versi digital, yakni  dalam wujud e-book.  Dengan beragam aplikasi, pembelajaran bahkan bisa dilakukan tanpa tatap muka secara langsung di kelas dalam kegiatan yang disebut e-learning.

Namun, pada hakikatnya perangkat teknologi hanyalah alat bantu pembelajaran. Kecerdasan buatan boleh saja hadir dalam berbagai aspek kehidupan. Namun, untuk urusan pendidikan, peran manusia tak bisa tergantikan.  Sejumlah peran yang mengandalkan sentuhan manusia mustahil digantikan teknologi. Sederet peran itu hanya dapat dimainkan guru melalui interaksi dinamis dengan murid, mencakup  fungsi pengajaran, pendidikan, dan transformasi  ilmu  pengetahuan kepada siswa. Untuk itu, dituntut pula tampilnya sosok guru yang berasal dari orang-orang  yang memiliki kemampuan di atas rata-rata.

Editor:
Bagikan
Memuat data..