logo Kompas.id
UtamaSantri Diminta Berani Ajukan...

Santri Diminta Berani Ajukan Narasi Tandingan di Era Digital

Oleh
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/IvOfPwSLo7ZWPZITCaDUmgFUsrs=/1024x655/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2017%2F12%2F20171209-Nino-Toleransi.jpeg
NINO CITRA ANUGRAHANTO UNTUK KOMPAS

Para narasumber dalam acara Ngaji Toleransi di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (9/12).

JAKARTA, KOMPAS — Praktik radikalisasi seolah mampu berjalan mulus melalui media sosial karena kurangnya narasi tandingan terhadap berbagai gagasan dalam ajaran Islam yang disalahgunakan oleh sekelompok oknum untuk memecah belah bangsa. Para santri, yang memiliki banyak referensi terkait ilmu agama, diharapkan agar lebih aktif menentang narasi-narasi tersebut melalui narasi tandingan.

Pada Kompas (Rabu, 25 November 2015) terdapat pemberitaan bahwa upaya deradikalisasi belum optimal. Sedikitnya 800 WNI telah bergabung dengan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) yang didominasi oleh generasi muda. Indonesia dianggap darurat terorisme dengan merebaknya radikalisme di kalangan masyarakat.

Editor:
Bagikan