logo Kompas.id
β€Ί
Utamaβ€ΊSiang Berdarah di Hotel JW...
Iklan

Siang Berdarah di Hotel JW Marriott

Oleh
ROBERT ADHI KSP
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/817Po3Tc52fsWzhinlUFbuwdTnE=/1024x655/http%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2017%2F08%2FKSP-Marriott.jpg
DOK KOMPAS/ROBERT ADHI KSP

Sejumlah wartawan, termasuk wartawan Kompas, sudah tiba di lokasi ledakan ketika api masih membakar sejumlah mobil di depan lobi Hotel JW Marriott, 5 Agustus 2003. Selain membakar 22 mobil, menewaskan 10 orang, dan mencederai puluhan orang lainnya, bom mobil itu juga merusak Plaza Mutiara.

Selasa, 5 Agustus 2003. Restoran Sailendra, restoran buffet di Hotel JW Marriott, setiap jam makan selalu ramai. Pada jam makan siang, banyak kalangan eksekutif yang suka makan di restoran yang menyajikan aneka hidangan lokal dan internasional itu. Bagi kalangan ekspatriat, makan siang di restoran hotel bintang lima itu relatif ”murah” dibandingkan dengan di negeri mereka. Sebab, hanya dengan 15 dollar AS (sekitar Rp 125.000, harga pada tahun 2003) per orang, mereka sudah bisa makan enak dengan pilihan beragam. Restoran ini disukai karena dari balik kaca transparan, pengunjung dapat melihat view lapangan hijau di kawasan Mega Kuningan dengan latar belakang gedung-gedung jangkung.

Sejak dibuka resmi pada September 2001, Hotel JW Marriott, Jakarta, waralaba jaringan hotel pengusaha Amerika, yang dimiliki pengusaha Indonesia, Tan Kian, itu langsung menjadi salah satu primadona bagi kalangan ekspatriat, pebisnis, dan pejabat Indonesia, terutama karena lokasinya strategis, di kawasan segitiga emas Kuningan, Jakarta Selatan.

Editor:
Bagikan