logo Kompas.id
MetropolitanPenerimaan Siswa Baru Tangsel Diperpanjang

Penerimaan Siswa Baru Tangsel Diperpanjang

TANGERANG SELATAN KOMPAS &mdash Masalah penerimaan siswa baru SMP negeri di Kota Tangerang Selatan belum tuntas Masalah ini terutama dalam sistem daring merepotkan orangtua siswa hingga kemarin Pendaftaran pun diperpanjang hingga Jumat 77 pukul 2100 dari rencana soreMunifah Umar 39 w

· 3 menit baca

TANGERANG SELATAN, KOMPAS — Masalah penerimaan siswa baru SMP negeri di Kota Tangerang Selatan belum tuntas. Masalah ini, terutama dalam sistem daring, merepotkan orangtua siswa hingga kemarin. Pendaftaran pun diperpanjang hingga Jumat (7/7) pukul 21.00 dari rencana sore.Munifah Umar (39), warga Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, mengatakan, orangtua merasa "dipingpong" karena sistem bermasalah. "Sejak awal dibuka (Selasa), saya sudah coba mendaftar online, tetapi offline terus, tak bisa diakses. Akhirnya, saya ke sekolah, dibantu pihak sekolah mendaftar manual, menyerahkan data, dan menerima bukti pendaftaran," katanya.Hari Kamis, ia kembali diminta ke sekolah karena sistem daring sudah bisa. Lalu, data dimasukkan ulang dan ia kembali memperoleh bukti pendaftaran. Jumat pagi, ia kembali dapat kabar agar kembali ke sekolah."Kali ini untuk mendapat kode baris untuk melihat hasil. Biasanya kalau pakai sistem online itu daftar, kemudian tunggu pengumuman. Ini tidak, saya bolak-balik ke sekolah, menguras waktu dan tenaga, karena di sekolah juga antre," ujarnya.Hal serupa dialami Icut (40), warga DKI Jakarta yang mendaftarkan anaknya di SMP Negeri 11. Ia mendaftar lewat laman http://ppdb.tangerangselatankota.go.id sejak Selasa subuh, tetapi gagal koneksi hingga siang. Ia lalu ke sekolah untuk daftar manual."Hari Rabu, saya dikabari kalau ada masalah di sistem, data ke-refresh sehingga hilang dan saya harus kembali lagi mendaftar ulang melalui jalur luar zona. Sekarang saya datang lagi untuk mendaftar lewat jalur prestasi karena ternyata di jalur luar zona anak saya sudah tergeser," katanya.Salah satu orangtua siswa yang keberatan disebut namanya baru mendaftar hari Jumat karena mendengar ada berbagai masalah sejak Selasa. "Ternyata masih saja ada masalah. Data yang dimasukkan, sekolah pilihan kedua dan ketiga hilang," ucapnya.Masalah baruPelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangsel Taryono menyebutkan, pendaftaran secara daring sudah dapat dilakukan sejak Kamis hingga Jumat. Proses pendaftaran juga dipermudah. Orangtua siswa tak perlu lagi melakukan validasi berkas-berkas persyaratan.Masalah lain yang muncul dengan sistem daring adalah nomor induk kependudukan (NIK) dalam kartu keluarga tidak terverifikasi ketika dimasukkan ke sistem. Disdik menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk mengatasinya.Kepala Disdukcapil Kota Tangsel Toto Sudarto menyebutkan, sistem tak bisa memverifikasi data kependudukan lama yang tidak diperbarui. "Kartu keluarga yang belum diperbarui sejak 2010-2011 tak bisa dibaca. Misalnya, dalam KK masih tercantum Kabupaten Tangerang, padahal sudah jadi Kota Tangsel."Karena itu, Disdukcapil membuat posko khusus terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk membantu warga menyelesaikan masalah. Ada sekitar 300 pendaftar PPDB yang NIK-nya tak dapat terverifikasi.Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel Ismunandar mengatakan, sistem dalam PPDB dibuat Disdik sehingga ia tidak tahu detail masalahnya. Taryono menegaskan, pihaknya bekerja sama dengan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek). Ia juga tak bisa menjelaskan detail masalah pada sistem. (UTI)

Editor:
Bagikan
Memuat data..