logo Kompas.id
SosokMencatat Kekayaan Pasar

Mencatat Kekayaan Pasar

Makanan dan minuman menyingkap peradaban budaya suatu masyarakat Keyakinan itu membuat Santhi H Serad 44 rajin &rdquoblusukan&rdquo ke pasar tradisional di seluruh Indonesia Ia mencatat kekayaan dan pengetahuan yang bisa digali di pasar tradisional dan membagikannya kepada publik Berbekal cat

Oleh STEFANUS OSA TRIYATNA
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Stefanus Osa Triyatna

Awal Februari 2017, Santhi menelusuri Pasar 8 Alam Sutera, Serpong, Banten. Ia mengatakan selalu penasaran setiap memasuki pasar tradisional, termasuk yang sudah dipoles menjadi pasar modern. Buat Santhi, setiap pasar memiliki karakteristik tersendiri. Ini bukan soal bangunan pasar yang jelek atau bagus, becek atau kering, rapi atau amburadul, melainkan soal kekayaan yang ada di setiap pasar.

”Saya pernah blusukan ke pasar di Pangkalan Bun. Batang keladi untuk dibikin sayur banyak dijual di sana,” ujar Santhi. Ketika blusukan di sejumlah pasar di Papua, ia menemukan buah avokad yang rasanya lebih manis dari kebanyakan avokad di Jawa.

Editor:
Bagikan
Memuat data..