logo Kompas.id
Kajian DataMengefektifkan Masa Kampanye...

Mengefektifkan Masa Kampanye Pemilu

Wacana memperpendek durasi kampanye Pemilu 2024 harus didukung dengan jaminan dari pemangku kepentingan, terutama terkait distribusi logistik dan penyelesaian sengketa proses pemilu.

Oleh
YOHAN WAHYU
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/BgJRiaY2HctdEqk0TbVRCWIXI8g=/1024x576/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F01%2F27%2F2bfcb3bd-8d2c-4250-9782-8bebeb871474_jpg.jpg

Tarik-menarik panjang pendeknya masa kampanye pemilihan umum tidak lepas dari persoalan teknis dan politis. Bagi penyelenggara, kebutuhan teknis penyiapan logistik menjadi variabel penting. Bagi kontestan, durasi kampanye tidak lepas dengan kalkulasi seberapa efektif menarik simpati pemilih.

Tarik-menarik itu kemudian sedikit menemui titik terang ketika pekan lalu dalam konsiyering antara Komisi II DPR dan KPU membuka wacana masa kampanye diperpendek menjadi 75 hari. Sebelumnya, tarik-menarik terkait durasi masa kampanye terjadi seiring dengan pembahasan tahapan Pemilihan Umum 2024.

Editor:
ANDREAS YOGA PRASETYO
Bagikan