logo Kompas.id
Kajian DataLiburan Lebaran, Momen...

Liburan Lebaran, Momen Menonton Sinema Indonesia

Ada sejumlah film baru produksi anak bangsa yang diluncurkan dalam momen Lebaran tahun ini. Selain sebagai media hiburan, karya para sineas ini menjadi penanda tetap tumbuhnya kreativitas anak bangsa.

Oleh
Yohanes Advent Krisdamarjati
· 6 menit baca
Suasana bioskop CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, di hari pertama pembukaan bioskop dalam penyesuaian kebijakan pelonggaran PPKM (16/9/2021). Momentum Idul Fitri dan hadirnya film baru di masa libur Lebaran 2022 diharapkan dapat meningkatkan jumlah penonton film di bioskop.
ERIKA KURNIA

Suasana bioskop CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, di hari pertama pembukaan bioskop dalam penyesuaian kebijakan pelonggaran PPKM (16/9/2021). Momentum Idul Fitri dan hadirnya film baru di masa libur Lebaran 2022 diharapkan dapat meningkatkan jumlah penonton film di bioskop.

Setiap tahun, momen libur Lebaran digunakan oleh sineas Indonesia untuk merilis film-film terbarunya. Waktu senggang masyarakat yang dihabiskan bersama keluarga menjadi peluang besar untuk mengajak orang datang ke bioskop dengan penayangan film baru.

Musim libur Lebaran tahun ini membuka peluang bagi industri film Indonesia untuk dapat bangkit kembali setelah terdampak pandemi Covid-19. Sederet film sudah dijadwalkan akan rilis berdekatan dengan momen hari raya Idul Fitri.

Dari genre horor ada film Kuntilanak 3 yang disutradarai Rizal Mantovani. Ia merupakan pengarah film Kuntilanak 3, dengan judul yang sama, yang dirilis pada 2008. Film yang dibintangi Julie Estelle, Imelda Therinne, dan Laudya Cynthia Bella ini akan tayang perdana di layar lebar pada 30 April 2022.

Pada sekuel sebelumnya, Kuntilanak 2 yang juga dirilis di waktu libur Idul Fitri 2019, mampu menuai kesuksesan dalam menggaet penonton. Dengan membukukan lebih dari 1,7 juta penonton, film horor ini menjadi film terlaris dalam periode Lebaran 2019.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/E-THhjV8bSim79_pDE-bbNnJoSQ=/1024x3002/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F04%2F22%2F3814c11f-f617-4416-a3f7-9cdee63ed899_jpg.jpg

Tren dominasi popularitas film horor di saat Lebaran dimulai sejak tahun 2017. Saat itu film Jailangkung yang disutradarai Rizal Mantovani serta Jose Poernomo mampu meraup 2,6 juta penonton.

Pada tahun berikutnya, capaian jumlah penonton Jailangkung 2 tidak segemilang sekuel sebelumnya, yaitu mencapai angka 1,5 juta penonton. Kendati demikian, Jailangkung 2 tetap menyandang predikat sebagai film paling laris pada Lebaran 2018.

Film bernuansa horor di Lebaran tahun ini juga dimeriahkan oleh KKN di Desa Penari. Film ini sejatinya dijadwalkan tayang pada 2020, tetapi harus ditunda akibat gelombang pandemi Covid-19. Film garapan sutradara Awi Suryadi ini mengambil narasi dari cerita horor yang pernah viral di Twitter pada 2019.

KKN di Desa Penari dapat dinikmati di layar lebar bioskop seluruh Indonesia menjelang libur Lebaran, yaitu mulai 30 April 2022. Apabila tahun ini film-film horor kembali dapat menjaring banyak penonton, dominasi film horor di masa libur Lebaran tidak tergantikan sejak 2017.

Film Jailangkung 2 yang dirilis pada musim Lebaran 2018. Film ini merupakan yang terlaris pada Lebaran 2018.
SKYMEDIA LEGACY PICTURES

Film Jailangkung 2 yang dirilis pada musim Lebaran 2018. Film ini merupakan yang terlaris pada Lebaran 2018.

Drama

Sebelum era dominasi film horor, momen Lebaran diwarnai oleh film-film bergenre drama, baik itu drama keluarga maupun drama religi. Corak film ini mulai mendominasi pada 2008. Waktu itu dirilis Laskar Pelangi, film drama keluarga yang merupakan adaptasi dari novel karya Andrea Hirata dengan judul yang sama. Laskar Pelangi menjadi film nasional peringkat keempat paling laris dalam periode 2007-2022.

Sejak tayangnya Laskar Pelangi hingga tahun 2016, genre film drama menjadi yang paling banyak ditonton orang. Dalam periode tersebut, hanya dua kali tangga popularitas diduduki oleh genre komedi, yaitu oleh film Get Married 3 (2011) serta Get M4rried (2013).

Tahun ini, film dari barisan genre drama akan diwakili oleh Gara-Gara Warisan yang disutradarai Muhadkly Acho serta diproduseri Chand Parwez dan Ernest Prakarsa. Film ini pernah dijadwalkan tayang di tahun 2020, tetapi akibat kondisi pandemi, produksi dan penayangannya tertunda. Masa penantian akan berakhir dengan jadwal tayang perdana pada 30 April 2022.

Film ini menceritakan tentang kompetisi tiga bersaudara, yaitu Adam (Oka Antara), Laras (Indah Permatasari), dan Dicky (Ge Pamungkas), untuk memperebutkan warisan dari ayah mereka. Warisan yang menjadi taruhan itu ialah memperoleh keuntungan sebesar 70 persen dari Salma Guest House yang dimiliki oleh keluarga Dahlan (Yayu Unru).

Wisatawan berfoto di depan replika Sekolah Dasar Laskar Pelangi di Kampong Gantong, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung (3/12/2018), Film Laskar Pelangi yang ditayangkan pada 2008 merupakan film terlaris dalam satu dekade terakhir yang diputar di masa libur Lebaran.
KOMPAS/ALOYSIUS BUDI KURNIAWAN

Wisatawan berfoto di depan replika Sekolah Dasar Laskar Pelangi di Kampong Gantong, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung (3/12/2018), Film Laskar Pelangi yang ditayangkan pada 2008 merupakan film terlaris dalam satu dekade terakhir yang diputar di masa libur Lebaran.

Drama dengan bumbu komedi khas komika Ernest Prakarsa ini menghadirkan variasi emosi yang dapat dinikmati oleh penonton, mulai dari ketegangan kompetisi di antara tiga bersaudara,hingga nuansa haru yang timbul dari konflik perebutan tersebut.

Sajian drama keluarga yang diberi sentuhan komedi ini menjadi penantang dominasi genre horor di bioskop Tanah Air selama periode Lebaran tahun ini. Selera penonton Indonesia terhadap film lokal memang berkutat di kedua genre ini, yakni horor dan drama.

Salah satu film drama yang cukup sukses di tahun 2022 adalah Kukira Kau Rumah. Film arahan Umay Shahab ini mampu mengundang 2,2 juta penonton untuk datang ke bioskop. Film yang dirilis pada 3 Februari 2022 ini menjadi barometer mulai bangkitnya perfilman Indonesia walaupun masih dalam kondisi pandemi.

Grup Warkop DKI (kiri ke kanan) Indro, Kasino, Dono dan Tetty Liz Indriati dalam film Chips (1982). Film-film Warkop DKI identik dengan Lebaran karena kerap diluncurkan saat momentum libur Idul Fitri.
REPRO NOVA

Grup Warkop DKI (kiri ke kanan) Indro, Kasino, Dono dan Tetty Liz Indriati dalam film Chips (1982). Film-film Warkop DKI identik dengan Lebaran karena kerap diluncurkan saat momentum libur Idul Fitri.

Pilihan

Terjangan pandemi Covid-19 membentuk budaya baru dalam menonton film, salah satunya menonton film melalui layanan video on demand (VOD). Beberapa layanan VOD yang dikenal masyarakat luas di antaranya Netflix, Iflix, Vidio, Disney+, dan HBO GO.

Beberapa di antaranya turut menawarkan beragam pilihan film buatan Indonesia. Saat Lebaran nanti, apabila masih ragu untuk datang ke bioskop, menonton film melalui layanan VOD bisa menjadi pilihan. Pengalaman menonton melalui VOD tidak kalah seru. Salah satu kelebihannya ialah penonton bisa memilih film sesuai dengan selera dan kapan pun bisa memutarnya. Bahkan bisa menghadirkan nuansa nostalgia bersama keluarga.

Pada era 1970 hingga 1990-an, salah satu film yang menjadi hiburan ialah film Warkop DKI. Film yang dibintangi trio legendaris Dono, Kasino, dan Indro ini beberapa kali dirilis berdekatan dengan momen libur Lebaran. Film lawas tersebut dapat diakses melalui layanan VOD, yaitu Disney+.

Pilihan film lain yang cocok untuk ditonton bersama keluarga ialah Keluarga Cemara (2018). Walaupun sudah dirilis empat tahun lalu, film ini masih dapat dinikmati melalui Netflix dengan judul Cemaras’s Family.

Penonton berada di dalam salah satu teater di salah satu jaringan bioskop CGV di Jakarta (16/9/2021). Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) kembali membuka operasional sejumlah bioskop di Jakarta pada masa PPKM level 3. Pandemi membuat bisnis film dan bioskop nasional terpuruk.
KOMPAS/RADITYA HELABUMI (RAD)

Penonton berada di dalam salah satu teater di salah satu jaringan bioskop CGV di Jakarta (16/9/2021). Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) kembali membuka operasional sejumlah bioskop di Jakarta pada masa PPKM level 3. Pandemi membuat bisnis film dan bioskop nasional terpuruk.

Saat ini, menikmati film pada masa liburan Lebaran dapat dilakukan dengan pergi ke bioskop ataupun menonton secara streaming di rumah. Bioskop mampu menghadirkan pengalaman yang khidmat untuk menonton film, sedangkan streaming memberi pilihan begitu banyak judul film untuk ditonton.

Menonton film di rumah dapat menjadi pilihan bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga berusia anak atau lansia. Apabila masih belum merasa aman untuk menonton film di bioskop, pilihan tontonan dari layanan VOD bisa menjadi alternatif hiburan.

Seperti mudik, tayangan film buatan Indonesia yang setia hadir di momen Lebaran merupakan ”tradisi” yang berkesinambungan hingga sekarang. Selain sebagai hiburan di kala libur panjang, karya para sineas saat Lebaran menjadi penanda atas momentum hari raya dan tetap tumbuhnya kreativitas anak bangsa.

Karena itu, penghargaan dan dukungan dapat dilakukan masyarakat Indonesia terhadap film-film tersebut. Salah satu bentuk kontribusi untuk mendukung industri film Indonesia ialah dengan setia menontonnya. Kondisi pandemi yang semakin terkendali dan tumbuhnya kembali kepercayaan penonton dapat mendorong orang untuk berbondong-bondong kembali ke bioskop.

Baca juga: Perlunya Menggarap “Fan Base” di Perfilman Indonesia

Dukungan penonton ini dapat menumbuhkan kembali industri perfilman Indonesia yang sudah dua tahun terseok akibat pandemi Covid-19. Data jumlah penonton dari laman filmindonesia.or.id menunjukkan bahwa pada tahun 2021 rata-rata setiap bulannya hanya ada 300.000 penonton yang datang ke bioskop. Padahal, sebelum pandemi melanda jutaan orang memenuhi kursi-kursi bioskop.

Pada kondisi sebelum pandemi (2019), dalam sebulan rerata penonton film layar lebar buatan sineas Indonesia dapat mencapai 2.000.000 penonton. Semoga momen Lebaran kali ini turut membawa berkah kemenangan bagi industri film nasional. (LITBANG KOMPAS)

Baca juga: Membuktikan Betapa Gelapnya Film “The Batman”

Editor:
ANDREAS YOGA PRASETYO
Bagikan