logo Kompas.id
CerpenTragedi Menjelang Lebaran

Tragedi Menjelang Lebaran

Dia menggerakkan kepalanya dan menggeram, lidahnya memerah dan taringnya menguning seperti daun-daun pohon. Hamidah terkesima bercampur rasa takut yang amat sangat.

Oleh Chudori Sukra
· 1 menit baca

Bayi yang dikandung Hamidah sudah menginjak bulan kesembilan. Dia berpegang pada tepian sungai, sarungnya basah terikat pada tubuhnya yang sintal dengan kulit kecoklatan. Wajahnya yang bulat dan putih memancarkan kelembutan hatinya, dihiasi tatapan matanya yang bening dan indah yang menunjukkan pandangan yang gembira pada dirinya.

Dari tempatnya berdiri dia tidak bisa mendengar maupun melihat desa yang dikaburkan tumbuhan jalar dan pepohonan di tikungan sungai. Di depannya membentang area penuh ilalang dan pepohonan tinggi. Keheningan sore itu tak terasa oleh ramainya suara-suara unggas. Udara penuh dengan harum bunga-bunga dan dedaunan dari pohon-pohon di sekitar sungai. Dari arah rawa terdengar gemerisik bunyi ilalang yang tersingkap oleh makhluk yang kelihatannya lebih besar dari tikus. Dan ketika ia mendekat, nampak lebih besar dari seekor kucing.

”Hewan apakah itu? Binatang jenis apa itu?” ia bertanya-tanya dalam hati.

Editor: Maria Susy Berindra
Bagikan
Memuat data..