logo Kompas.id
Surat PembacaPrestasi dan Harapan
Iklan

Prestasi dan Harapan

etidaknya tidak terjadi kondisi parah. Memang sempat terjadi resesi ekonomi, tetapi bangkit kembali. Infrastruktur kesehatan juga sempat hampir kolaps, tetapi akhirnya berhasil mengatasi.

Oleh
Bharoto
· 5 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/5xxJeyK-0KJU2RPTnNHd0jMJGhc=/1024x1118/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F03%2F14%2Faf042015-81ee-486f-95df-c15995cf6c63_png.png

Ada dua perkara besar yang belum pernah dialami bangsa Indonesia. Soal pandemi dan pemindahan ibu kota negara.

Pandemi Covid-19 jelas merupakan bencana dahsyat yang melanda seluruh dunia, memorakporandakan sendi-sendi kehidupan bangsa. Sementara pemindahan ibu kota negara baru sebenarnya merupakan wacana sejak Presiden Soekarno sebagai presiden pertama.

Kesulitan yang dihadapi dalam masalah ini jelas amat besar mengingat belum ada pengalaman yang dapat dijadikan acuan ataupun referensi dalam membuat kebijakan ataupun eksekusi penanggulangan.

Bersyukur pandemi Covid-19 mulai melandai. Mengingat Indonesia adalah negara besar dengan penduduk kurang lebih 270 juta orang, sejauh ini pengendalian dampak pandemi, baik dari segi sosial, ekonomi, maupun kesehatan, bisa dikatakan berhasil.

Setidaknya tidak terjadi kondisi parah. Memang sempat terjadi resesi ekonomi, tetapi bangkit kembali. Infrastruktur kesehatan juga sempat hampir kolaps, tetapi akhirnya berhasil mengatasi. Korban meninggal cukup besar, tetapi dibandingkan negara-negara lain masih relatif sedikit, cakupan pemberian vaksin juga relatif tinggi.

Secara singkat dapat dikatakan bahwa penanggulangan pandemi Covid-19 cukup berhasil. Ini prestasi bangsa, pemerintah bersama rakyat, yang harus diapresiasi.

Pemindahan ibu kota negara sudah lama dan diwacanakan. Mulai dari Presiden Soekarno, Soeharto, hingga SBY, tetapi belum ada yang melangkah lebih jauh.

Presiden Jokowi melangkah lebih jauh, dimulai dengan membuat berbagai studi, kajian, perencanaan yang melibatkan para pakar, akademisi ahli, praktisi, dilanjutkan dengan menyiapkan payung hukum dengan UU IKN dan berbagai aturan turunannya. Ia bahkan sudah melantik pejabat yang memimpin Otorita IKN.

Harus diakui bahwa sejauh ini masih terdapat kontroversi pemindahan ibu kota negara. Pihak-pihak yang tidak setuju pun memiliki argumentasi, bagus sebagai masukan karena kita juga masih menunggu pekerjaan besar ini apakah bisa sukses atau justru gagal. Kita tentu menaruh harapan agar pekerjaan besar ini bisa berhasil.

Pada akhirnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang teruji dengan berbagai perkara besar.

BharotoJl Kelud Timur, Semarang

Pesan Tiket Kereta

PT KAI (Kereta Api Indonesia) sejak dipimpin Ignasius Jonan pada 2013 menjadi perusahaan pengelola moda transportasi milik pemerintah (persero) yang cukup membanggakan. Kondisi perkeretapian yang kumuh dan semrawut, khususnya saat Lebaran, kini menjadi alat transportasi yang nyaman dan aman serta tepat waktu.

Mengikuti perkembangan teknologi digital, pemesanan tiket pun sudah bisa secara daring. Ada aplikasi yang mudah diakses.

Saat hari-hari biasa, pemesanan tiket daring cukup praktis. Namun, pengalaman pada Selasa, 12 Mei 2021, telah membuat saya kecewa.

Saat hendak membayar melalui gerai Indomaret—sesuai petunjuk aplikasi pemesanan ticket—ternyata gagal. Singkat kata, pihak Indomaret menyatakan, PT KAI tidak merespons kode pemesanan pada ponsel saya.

Iklan

Saya pun mencoba menghubungi via WA pada nomor +62 811-1211-1121. Hanya diminta meninggalkan pesan!

Apa solusinya jika terjadi error, misal gangguan di koneksi atau browser antara PT KAI dan gerai Indomaret?

Padahal, tiket pergi pulang sudah tercatat di aplikasi KAI. Namun, karena pihak gerai tak bisa melayani pembayaran, terpaksa saya batal pesan. Sebab, dalam sistem pembayaran lewat gerai, waktu dibatasi kurang dari dua jam. Lewat waktu, tiket hangus.

Kalau membeli tiket langsung, loket di stasiun baru melayani tiga jam sebelum jadwal keberangkatan. Jika lewat aplikasi, tiket sudah bisa dipesan jauh-jauh hari.

A Ristanto Jatimakmur, Pondokgede, Kota Bekasi

Angkutan Umum

Setelah membaca berita tentang teman Bus Trans Metro Pasundan dihadang oleh oknum sopir angkot di Bandung, izinkan saya sampaikan bahwa perkembangan transportasi akan terus berubah dan tak bisa dihindari. Oleh karena itu, perlu pembaruan fasilitas dan trayek angkutan umum.

Solusi terbaik untuk mereka adalah, pertama, ikut bagian dalam integrasi angkot dengan Trans Metro Pasundan beserta penataan ulang trayek, terutama yang saling bersinggungan untuk memperluas jaringan layanan.

Kedua, penetapan tarif terintegrasi. Dengan demikian, semua orang dapat menikmati angkutan umum dengan tarif terjangkau.

Ketiga peremajaan dan pemasangan fasilitas hiburan, AC, dan CCTV pada pengangkut umum. Hal ini penting karena semua orang berhak atas angkutan umum yang nyaman dan murah.

Saya harap pihak Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Kementerian Perhubungan menyiapkan sanksi kepada oknum penghadang Bus Trans Metro Pasundan.

Andre Agusta WJl Raya Malaka, Duren Sawit, Jakarta Timur 13460

Nama E-KTP

Sekian tahun lalu, KTP sebagai kartu tanda identitas penduduk terbuat dari kertas dan dilapis plastik (laminated). Sederhana dan mudah pengajuannya sehingga orang bisa punya lebih dari satu KTP dari tempat berbeda.

Saat ini KTP secara fisik seperti kartu ATM, kaku dan keras sehingga tidak perlu dilapis plastik. Pengajuannya satu pintu di kecamatan, ada cip di dalamnya, serta NIK (nomor induk kependudukan). Unik setiap orang.

Seharusnya tidak bisa lagi seseorang mempunyai KTP lebih dari satu, dengan alamat yang beda. KTP saat ini dinamai e-KTP. Huruf e bermakna elektronik.

Surat izin mengemudi (SIM) juga sama secara fisik dengan KTP. Pembuatannya di kepolisian dengan data yang mirip dengan e-KTP. SIM bisa menjadi pengganti KTP sebagai kartu identitas. Namun, SIM tidak pernah disebut e-SIM.

Saat ini dunia sedang berubah dengan metode seminar. Tidak lagi secara fisik, tetapi dilaksanakan daring atau online. Peserta, pembicara, moderator, mendapat sertifikat sesuai peran. Disebut e-sertifikat, sertifikat ini benar-benar berupa file elektronik, bisa dikirim lewat e-mail atau Whatsapp (WA).

Orang yang mendapat e-sertifikat bisa menyimpan dalam bentuk soft file atau hard copy (dicetak).

Sertifikat dan KTP beda bentuk, tetapi sama-sama menggunakan kata depan e. Mana yang benar?

S HandokoTugurejo-Semarang

Editor:
AGNES MARIA ARISTIARINI ISWARI
Bagikan