logo Kompas.id
SosokWisdariman, Seniman Dayak Pelestari Keberagaman

Wisdariman, Seniman Dayak Pelestari Keberagaman

George Burns mengatakan, orang tidak bisa tidak menjadi tua, tetapi orang tidak harus menjadi tua. Perkataan itu tampaknya melekat pada Wisdariman (66). Di usia yang tak lagi muda, ia masih punya semangat untuk menari.

Oleh DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO
· 1 menit baca

Bagi Wisdariman, menari bukan hanya soal ritme gerakan, apalagi sekadar tontonan. Menari itu ia nilai sebagai upaya untuk melestarikan keberagaman yang ditanam nenek moyang bangsa Indonesia.

Pada Selasa (9/9/2021) pagi, Wisdariman (66) masih sibuk di kebunnya. Ia mengenakan kemeja kotak-kotak yang sudah kusam dengan kaus hitam di dalamnya, celana panjang kain dengan beberapa tambalan di sana-sini dan jejak cipratan lumpur di bagian bawahnya. Pagi itu, ia menyirami beberapa tanaman sayuran dan buah naga yang ia tanam.

Tubuhnya yang mungil masih kuat menahan berat ember berisi air. Terlihat keringat menetes di antara urat-urat yang menegang di balik kulitnya. Ia langsung melempar senyum kepada siapa saja yang datang mengunjunginya. Ia lalu duduk di tempat duduk dari kayu yang ia buat sendiri di bawah pepohonan rindang.

Editor: Budi Suwarna
Bagikan
Memuat data..