logo Kompas.id
SastraMonolog Bisma

Monolog Bisma

Oleh
Kurnia JR
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/zz4th9Dc698SYnNp6Y5SLqEf4Io=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F07%2F67385965.jpg
Kompas

Karya: I Wayan Naya Swantha

Setiap kali kami bersua, yang kutangkap pada parasnya hanya kesedihan, duka berlapis-lapis, mengental, mengeras, seakan-akan tidak pernah ada musim panas yang melelehkan gumpalan kristal gelap di dalam jiwanya.

Pada suatu malam kami duduk di pinggir lapangan tenis yang sunyi di blok rumahku. Lampu-lampu merkuri memercikkan suasana menenteramkan. Malam seperti disekap halimun yang turun dari gunung. Aku termangu mendengarkan Bisma bermonolog. Hal yang biasa terjadi jika kami sedang berdua. Secara otomatis, aku selalu menjadi pendengar yang baik

Editor:
Bagikan