logo Kompas.id
SastraAnak Bajang Mengayun Bulan (Bagian 18)

Anak Bajang Mengayun Bulan (Bagian 18)

Dewi Sokawati memandang ke langit, sejenak ia melihat, di sana ada berkas terang dan gelap, berganti-ganti, lalu menghilang menjadi pelangi. Tanpa terasa, Dewi Sokawati telah mengunyah habis pisang emas itu.

Oleh Sindhunata
· 1 menit baca
Memuat data...

”Sokawati, perbuatlah seperti yang kau mau. Asal kau tahu saja, kita pasti dianugerahi anak lelaki seperti yang kau impi-impi.” Begawan Swandagni tahu, istrinya sering mempunyai kemauan yang tak ia mengerti, dan ia terpaksa menerimanya, karena ia sangat menyayanginya. Ia pun lalu tersenyum memandangi istrinya.

”Sokawati, ingatlah, kegembiraan kita belum selesai. Setelah selesai semua upacara penyucian kandunganmu ini, lupakah kau akan idaman yang paling kau inginkan, ketika kau mulai mengandung?” kata Begawan Swandagni.

Editor: Mohammad Hilmi Faiq
Bagikan
Memuat data..