logo Kompas.id
RisetAsas Gotong Royong pada...
Iklan

Asas Gotong Royong pada Tapera, antara Kewajiban atau Sukarela

Program Tapera memicu pro dan kontra karena melibatkan pungutan 2,5 persen dari penghasilan masyarakat.

Oleh
YOHANES ADVENT KRISDAMARJATI
· 5 menit baca
Hunian rumah tapak terus bermunculan di Bekasi, Jawa Barat, seperti yang terlihat di  Kedungjaya, Senin (9/1/2023). Pemerintah melalui Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menargetkan menyalurkan 220.000 unit rumah subsidi kredit pemilikan rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah pada 2023.
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Hunian rumah tapak terus bermunculan di Bekasi, Jawa Barat, seperti yang terlihat di Kedungjaya, Senin (9/1/2023). Pemerintah melalui Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menargetkan menyalurkan 220.000 unit rumah subsidi kredit pemilikan rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah pada 2023.

Pemerintah kembali menggalakkan Program Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera setelah mengendap pascapencanangannya pada 2020. Hal ini memicu pro dan kontra karena melibatkan pungutan 2,5 persen dari penghasilan masyarakat untuk implementasi program itu. Jika diterapkan, apakah Tapera akan berhasil menjawab persoalan kebutuhan perumahan bagi rakyat?

Program Tapera merupakan upaya pemerintah untuk menghimpun dana masyarakat supaya dapat menyediakan rumah layak dan terjangkau dengan pinjaman murah jangka panjang. Asas gotong royong menjadi dasar falsafah dari pemberlakuan Tapera.

Editor:
BUDIAWAN SIDIK ARIFIANTO
Bagikan
Logo Kompas
Logo iosLogo android
Kantor Redaksi
Menara Kompas Lantai 5, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000