logo Kompas.id
RisetAtensi Warganet pada Hari...
Iklan

Atensi Warganet pada Hari Terakhir Masa Kampanye 2024

Kampanye Pemilu 2024 berakhir dengan meriah dan diwarnai narasi adu unjuk kekuatan massa pendukung peserta kampanye.

Oleh
ANDREAS YOGA PRASETYO
· 5 menit baca
Suasana di daerah Pancoran, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (11/2/2024), setelah penertiban alat peraga kampanye.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Suasana di daerah Pancoran, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (11/2/2024), setelah penertiban alat peraga kampanye.

Masa akhir kampanye Pemilu 2024 ditutup dengan antusias dan nuansa kemeriahan. Di lokasi-lokasi kampanye capres, massa berbondong-bondong menyesaki tempat kampanye terakhir. Atribut kaus, bendera, dan simbol-simbol dukungan dibawa pendukung dan simpatisan peserta kampanye untuk memeriahkan pesta demokrasi rakyat.

Di media sosial, antusiasme publik ini antara lain terlihat dari atensi warganet terhadap konten-konten kampanye. Menggunakan aplikasi Talkwalker sepanjang satu pekan terakhir (5-11 Februari 2023) terlihat ada 1.075.932 unggahan terkait konten kampanye dari berbagai platform media sosial. Hingga 11 Februari 2024 pukul 12.00, unggahan-unggahan tersebut menghasilkan 11.181.453 interaksi atau keterlibatan warganet.

Baca Berita Seputar Pemilu 2024
Pahami informasi seputar pemilu 2024 dari berbagai sajian berita seperti video, opini, Survei Litbang Kompas, dan konten lainnya.
Kunjungi Halaman Pemilu

Jumlah unggahan dan interaksi warganet tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan masa awal kampanye. Pantauan yang dilakukan satu pekan pada masa awal kampanye (27 November 2023-3 Desember 2023) memperlihatkan, konten kampanye Pemilu 2024 muncul 268.638 unggahan dan menghasilkan 1.295.609 interaksi warganet.

Melihat pola unggahan dan interaksi yang muncul, tingginya atensi warganet ini antara lain disebabkan oleh tiga hal. Pertama, faktor hari terakhir masa kampanye pemilu pada 10 Februari 2024.

Hari terakhir masa kampanye menjadi puncak dari aktivitas peserta pemilu, terutama capres, untuk meyakinkan masyarakat di hari pemungutan suara nanti. Hari terakhir masa kampanye juga menjadi kesempatan pamungkas bagi peserta pemilu untuk unjuk massa mengumpulkan pendukung dan simpatisannya.

Dari pantauan percakapan di media sosial, puncak terakhir masa kampanye juga menjadi puncak percakapan warganet dalam satu pekan terakhir terkait konten kampanye. Pada 10 Februari 2024 terlihat puncak konten kampanye terjadi pada pukul 12.00-13.00 dengan 28.400 unggahan. Puncak pencarian konten kampanye 2024 ini juga terlihat pada mesin pencarian di internet, Google.

Data Google Trends menunjukkan puncak pencarian pengguna internet di Indonesia pada 10 Februari 2024 pukul 09.00. Dari rentang skala 0-100 yang digunakan, Google Trends menangkap puncak pencarian konten kampanye 2024 saat itu di angka 100 (paling tinggi).

Petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) menurunkan alat peraga kampanye di kantor Kelurahan Kramat Pela, Jakarta Selatan (11/2/2024). Alat peraga kampanye ditertibkan pada masa tenang pemilu sejak 11 Februari hingga 13 Februari 2024.
KOMPAS/PRIYOMBODO (PRI)

Petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) menurunkan alat peraga kampanye di kantor Kelurahan Kramat Pela, Jakarta Selatan (11/2/2024). Alat peraga kampanye ditertibkan pada masa tenang pemilu sejak 11 Februari hingga 13 Februari 2024.

Faktor kedua ialah lokasi kampanye. Dari jumlah atensi, konten yang lebih banyak mengundang interaksi warganet ialah terkait kampanye yang diselenggarakan di Ibu Kota. Tidak dimungkiri, ibu kota Jakarta memiliki magnet tersendiri sebagai barometer politik nasional. Karena itu, peserta pemilu berlomba-lomba menampilkan performa yang apik untuk merebut panggung politik Ibu Kota. Termasuk dalam kampanye hari terakhir lalu.

Tujuh dari 10 konten yang memicu interaksi paling banyak warganet ialah kampanye hari terakhir di wilayah Jakarta. Tiga konten lain ialah kampanye yang berlangsung di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Dua konten teratas yang paling banyak mendapatkan atensi warganet datang dari akun Tiktok Kumparan. Konten yang memuat salah satu agenda kampanye akbar capres di Ibu Kota yang diunggah Kumparan ini sudah dilihat oleh 4,8 juta akun dan menghasilkan 281.100 interaksi. Satu konten lainnya yang juga berisi kegiatan kampanye capres di Jakarta sudah dilihat oleh 3,2 juta akun dan menghasilkan 325.100 interaksi.

Baca juga: Akun ”Buzzer” Tetap Bebas Bergerak di Masa Tenang

Faktor ketiga yang membuat warganet antusias berinteraksi dengan konten kampanye Pemilu 2024 ialah keterikatan dengan tagar di media sosial. Dalam konteks kontestasi politik, unggahan tagar (hashtag) ini dapat dibuat untuk tujuan kampanye tertentu atau menyasar segmen tertentu. Hal ini tidak terlepas dari efektivitas penggunaan tagar yang dapat meningkatkan engagement warganet.

Iklan

Karena itu, munculnya tagar dalam kampanye kian menambah keterikatan atau keterlibatan warganet, baik yang pro terhadap tagar itu maupun yang kontra atau memberikan kritik dalam interaksinya dengan tagar tersebut. Dari hasil pantauan dalam satu pekan, ada lima tagar teratas yang muncul dengan jumlah interaksi akun bervariasi dari 3.600 akun hingga 8.600 akun.

Kelompok pelari melintas di jalan protokol Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (11/2/2024) pagi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meniadakan hari bebas kendaraan bermotor dalam rangka masa tenang Pemilu 2024.
KOMPAS/PRIYOMBODO (PRI)

Kelompok pelari melintas di jalan protokol Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (11/2/2024) pagi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meniadakan hari bebas kendaraan bermotor dalam rangka masa tenang Pemilu 2024.

Jejak digital janji kampanye 2024

Meski menunjukkan tren peningkatan atensi warganet, fenomena ini tidak dapat dilepaskan dari dominannya aktivitas akun pemengaruh (influencer). Dari lima akun pemengaruh yang paling tinggi memicu atensi warganet, tiga akun merupakan akun dari tim atau simpatisan capres.

Di satu sisi, keberadaan akun-akun pemengaruh ini dapat meningkatkan brand dan engagement warganet terhadap konten kampanye mereka. Kemeriahan kampanye pada hari terakhir diwarnai konten-konten tentang padatnya massa yang mengikuti agenda kampanye capres.

Secara tidak langsung, kemeriahan konten kampanye di hari terakhir ini memberikan nuansa pesta demokrasi rakyat. Era digital ternyata tidak menyurutkan gaya kampanye langsung dengan pengerahan massa dalam jumlah banyak.

Namun, di sisi lain, dominannya akun-akun pemengaruh ini dapat memunculkan perang tagar yang menguras emosi dan psikologis publik. Perang tagar dan konten yang menguras psikologi ini terlihat dari materi unggahan yang lebih banyak memuat persaingan jumlah massa dalam kampanye terakhir. Tidak heran jika pada hari terakhir kampanye Pemilu 2024 diwarnai dengan narasi saling klaim unjuk kekuatan massa.

Padahal, sejatinya, tujuan kampanye ialah menyampaikan program-program yang diusung peserta pemilu dan mengajak masyarakat memilihnya. Jika kembali pada tujuan awalnya, penyampaian program pembangunan seharusnya mendapat porsi lebih dibandingkan dengan gimik politik atau saling klaim jumlah massa. Selain itu, dari berbagai program kampanye yang ditawarkan, sebenarnya setiap peserta pemilu sama-sama memiliki kepedulian bagi kesejahteraan rakyat.

Situasi permukiman padat penduduk di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara (8/11/2023). Hidup layak dan sejahtera masih menjadi dambaan sebagian masyarakat Indonesia.
KOMPAS/M PASCHALIA JUDITH J

Situasi permukiman padat penduduk di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara (8/11/2023). Hidup layak dan sejahtera masih menjadi dambaan sebagian masyarakat Indonesia.

Sejumlah program itu antara lain ialah akses pendidikan berkeadilan dan keterjangkauan biaya pendidikan tinggi; bantuan gizi kepada ibu hamil dan anak balita; makan siang dan minum susu gratis untuk semua murid di sekolah; gratis wajib belajar 12 tahun dan satu keluarga miskin-satu sarjana.

Ada pula partai yang mengusung program BPJS Kesehatan gratis dan kuliah gratis. Untuk memaksimalkan pemberantasan korupsi yang menyengsarakan rakyat banyak, ada program merancang Undang-Undang Perampasan Aset.

Melihat rangkaian program yang diusung dalam kampanye 2024 ini, di atas kertas, rakyat akan mendapat program berkelanjutan dari aspek pendidikan dan kesehatan sejak lahir hingga sarjana. Bangsa Indonesia juga tidak lagi dihantui korupsi anggaran negara karena ada regulasi yang bakal membuat jera koruptor.

Baca juga: Para Capres-Cawapres Ingatkan Pendukung untuk Kawal Suara

Poin-poin inilah yang sebenarnya harus menjadi titik pertemuan niat peserta kampanye Pemilu 2024 membangun kemajuan bangsa.Selepas masa kampanye usai, berbagai program yang berorientasi kepada kesejahteraan rakyat tersebut menjadi tantangan bagi para peserta kampanye untuk diwujudkan dengan semangat kolaboratif.

Saling klaim jumlah pendukung penting untuk mendongkrak semangat peserta pemilu dan memberikan nuansa kemeriahan pesta demokrasi rakyat.Namun, selepas kampanye, saling klaim ini juga harus digunakan untuk mendorong komitmen mewujudkan janji kampanye. Sebab, pada akhirnya, rakyat akan menyimpan jejak-jejak digital kampanye, apakah berbagai program tersebut merupakan hal yang realistis untuk diwujudkan atau sekadar menjadi klaim janji manis semata. (LITBANG KOMPAS)

Baca juga: Tidak Tenang di Masa Tenang Pemilu

Editor:
YOHAN WAHYU
Bagikan
Logo Kompas
Logo iosLogo android
Kantor Redaksi
Menara Kompas Lantai 5, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000