logo Kompas.id
RisetAnalisis Litbang “Kompas” :...
Iklan

Analisis Litbang “Kompas” : Soliditas Pemilih Menjadi Tumpuan Elektoral PKB

Partai Kebangkitan Bangsa akan bertumpu pada soliditas dan loyalitas pemilihnya. Pilihan calon presiden dari pemilih partai ini tidak langsung berkaitan dengan dukungan PKB di pemilihan presiden.

Oleh
YOHAN WAHYU
· 1 menit baca
Para peserta Muktamar PKB 2019 menyanyikan lagu mars PKB dalam pembukaan Mukatamar PKB 2019 di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8/2019). PKB memilih Bali sebagai lokasi Muktamar V yang diikuti oleh sekitar 3.000 peserta tersebut karena dinilai telah menjadi simbol penjaga kebinekaan Indonesia.
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO

Para peserta Muktamar PKB 2019 menyanyikan lagu mars PKB dalam pembukaan Mukatamar PKB 2019 di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8/2019). PKB memilih Bali sebagai lokasi Muktamar V yang diikuti oleh sekitar 3.000 peserta tersebut karena dinilai telah menjadi simbol penjaga kebinekaan Indonesia.

Suara pemilih nahdliyin dan kekuatan figur tokoh menjadi modal bagi Partai Kebangkitan Bangsa untuk mengarungi pertarungan politik menuju Pemilihan Umum 2024. Meskipun demikian, belum ada figur yang cukup kuat di partai ini yang mampu menggantikan Abdurrahman Wahid, sosok yang pernah menjadi magnet elektoral bagi partai berlambang bola dunia dengan sembilan bintang ini.

Perbincangan soal sosok dalam tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sempat menghangat ketika akhir Juni lalu di sosial media ramai dengan saling sindir antara Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dengan Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid.

Editor:
ANDREAS YOGA PRASETYO
Bagikan