logo Kompas.id
β€Ί
Risetβ€ΊPerlindungan Pekerja Migran di...
Iklan

Perlindungan Pekerja Migran di Masa Pandemi

Sebagaimana tenaga kerja di seluruh sektor, pekerja migran juga mengalami tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Bantuan sosial dan program pemberdayaan diperlukan agar tetap dapat bertahan dan berdaya saing.

Oleh
ANDREAS YOGA PRASETYO
Β· 6 menit baca
Pengemudi bus menggunakan alat pelindung diri saat membawa penumpang tenaga kerja Indonesia yang pulang dari Malaysia di Bandara Internasional Ahmad Yani, Kota Semarang, Jawa Tengah (18/5/2020). Mereka diperkenankan mudik ke kampung halamannya untuk merayakan Lebaran setelah memenuhi syarat kesehatan terkait dengan pencegahan Covid-19.
PETRUS RADITYA MAHENDRA YASA

Pengemudi bus menggunakan alat pelindung diri saat membawa penumpang tenaga kerja Indonesia yang pulang dari Malaysia di Bandara Internasional Ahmad Yani, Kota Semarang, Jawa Tengah (18/5/2020). Mereka diperkenankan mudik ke kampung halamannya untuk merayakan Lebaran setelah memenuhi syarat kesehatan terkait dengan pencegahan Covid-19.

Pandemi Covid-19 memukul berbagai sektor ekonomi dan bisnis. Lesunya aktivitas ekonomi turut memberi dampak pada pengurangan jam kerja dan penghasilan tenaga kerja. Berdasarkan laporan BPS pada Agustus 2021 ada 21,32 juta penduduk Indonesia yang terdampak Covid-19, baik itu menjadi penganggur, tidak bekerja untuk sementara waktu, maupun mengalami pengurangan jam kerja. Khusus jumlah pengangguran karena Covid-19 tercatat 1,82 juta orang.

Tren tenaga kerja global juga masih menunjukkan tekanan pandemi bagi pekerja. Walau menunjukkan penurunan dibanding pada saat awal pandemi di 2020, tetapi hingga kuartal III-2021, Organisasi Buruh Internasional (ILO)masih memperkirakan dampak lanjutan pandemi bagi pasar tenaga kerja dunia. Sebanyak 4,7 persen jam kerja di dunia diperkirakan hilang akibat pandemi. Ini, setara dengan 137 juta pekerjaan penuh waktu berdasarkan 48 jam kerja seminggu.

Editor:
MATHIAS TOTO SURYANINGTYAS
Bagikan