logo Kompas.id
RisetDaur Ulang Plastik di Era Ekonomi Sirkular

Daur Ulang Plastik di Era Ekonomi Sirkular

Banyaknya sampah plastik yang terbuang begitu saja merupakan bukti pengelolaan sampah yang masih buruk. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya daur ulang sampah di Indonesia.

Oleh
Debora Laksmi Indraswari
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Warga membersihkan botol plastik bekas yang telah dikumpulkan suaminya di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, sebelum dijual kepada pengepul untuk didaur ulang, Rabu (1/12/2021). Pengumpulan botol bekas selain memberi manfaat ekonomis karena dihargai Rp 5.000 per kilogram juga turut membantu menjaga kebersihan lingkungan.

Peluang daur ulang plastik di Indonesia bertambah besar seiring dengan dikembangkannya ekonomi sirkular. Keduanya akan sangat menguntungkan bagi lingkungan dan perekonomian jika dioptimalkan.

Pengelolaan sampah menjadi tantangan yang senantiasa dihadapi pemerintah dan masyarakat Indonesia. Berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada 2020 total produksi sampah nasional mencapai 67,8 juta ton. Jumlah itu diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya penduduk.

Editor:
totosuryaningtyas
Bagikan