logo Kompas.id
RisetLaju Vaksinasi di Indonesia...

Laju Vaksinasi di Indonesia Timur Mulai Melambat

Dibutuhkan percepatan vaksinasi di kawasan Indonesia timur. Jika tidak, daerah-daerah di Indonesia bagian timur akan selalu tertinggal dalam pelaksanaan program vaksinasi dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia.

Oleh
Dedy Afrianto
· 5 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/P94TydxFN87TGm2uGSHiJZsqm-I=/1024x689/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2F20210723-ILustrasi-Opini-Perkuat-Komunitas_CLR_1627046457.jpg
DIDIE SW

Didie SW

Saat daerah lainnya di Indonesia mencatatkan laju percepatan vaksinasi, sejumlah daerah di Indonesia timur justru mengalami perlambatan. Kondisi ini terjadi saat stok vaksin dalam keadaan surplus. Dibutuhkan upaya percepatan mengingat baru 1 dari 10 orang di kawasan Indonesia timur yang menerima vaksin dosis lengkap.

Melambatnya laju vaksinasi di Indonesia bagian timur tergambar dari catatan harian pelaksanaan vaksinasi yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan, khususnya vaksinasi dosis lengkap.

Sebagian besar daerah di gugus wilayah Maluku dan Papua mengalami perlambatan laju vaksinasi dalam tiga hingga empat pekan terakhir. Kondisi ini berbanding terbalik jika dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia yang justru mengalami percepatan.

Di gugus wilayah Papua, misalnya, perlambatan laju vaksinasi tampak terjadi di Provinsi Papua dan Papua Barat. Kondisi terjadi sejak akhir Oktober 2021.

Di Papua, capaian vaksinasi dosis lengkap per pekan sering kali berada di bawah 1 persen dari jumlah penduduk. Rekor tertinggi capaian vaksinasi dosis lengkap per pekan adalah pada 9 Agustus 2021 saat 1 persen penduduk di Papua berhasil diberi vaksin Covid-19 dosis lengkap dalam dalam sepekan dari total 4,3 juta penduduk di wilayah itu.

Pada pekan berikutnya hingga 20 September 2021, secara rata-rata hanya 0,4 persen penduduk per pekan yang menerima vaksin dosis lengkap dalam sepekan di Papua.

Laju vaksinasi di Papua perlahan mulai menunjukkan perbaikan pada akhir September (0,6 persen penduduk per pekan) dan awal Oktober 2021 (0,5 persen penduduk per pekan).

Meski tidak menunjukkan kenaikan signifikan, kondisi ini menggambarkan bahwa semakin banyak masyarakat di Papua yang menerima vaksin dalam sepekan.

Namun, perbaikan ini tidak berlangsung lama. Stagnasi capaian vaksinasi dialami oleh Papua sepanjang tiga pekan berturut-turut pada bulan Oktober. Bahkan, perlambatan laju vasinasi terjadi pada akhir Oktober (0,3 persen penduduk per pekan) dan pekan pertama November (0,2 persen penduduk per pekan).

Inilah rekor capaian vaksinasi dosis lengkap terendah dalam sepekan di Provinsi Papua sejak Juli 2021.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/udxox3Bb3MH-N2z3F2u5PvR1yU8=/1024x973/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F11%2F20211112-TCJ-Vaksin-Dosis-Lengkap-Papua-mumed_1636713616.png

Kondisi serupa terjadi di Papua Barat. Pada Agustus 2021, daerah ini berhasil mencatatkan laju vaksinasi hingga 1 persen dari jumlah penduduk per pekan.

Namun, capaian vaksinasi di wilayah ini mengalami perlambatan, khususnya dalam tiga pekan terakhir yang secara rata-rata penerima vaksin hanya mencapai 0,5 persen penduduk per pekan.

Capaian vaksinasi dosis lengkap per pekan di gugus wilayah Papua memang jauh lebih rendah dibandingkan dengan sejumlah daerah lainnya di Indonesia.

Provinsi Banten, misalnya, saat laju vaksinasi di Provinsi Papua pada Agustus hingga September hanya mencapai 0,4 persen penduduk per pekan, pada periode waktu yang sama laju vaksinasi di Banten per pekan secara rata-rata mencapai 4,9 persen dari jumlah penduduk.

Pada pekan pertama November 2021, persentase penerima vaksin berbanding jumlah penduduk yang divaksinasi di Papua adalah yang terendah di Indonesia. Kondisi ini menjadi ironi mengingat Provinsi Papua juga menjadi daerah dengan persentase vaksinasi dosis lengkap terendah di Indonesia.

Hingga 8 November lalu, hanya 10,8 persen penduduk di Papua yang menerima vaksin dosis lengkap. Capaian penerimaan vaksin di Papua masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan daerah lainnya, seperti Daerah Istimewa Yogyakarta (62,2 persen), Kalimantan Timur (32,4 persen), dan Sulawesi Tenggara (23 persen).

Baca juga : Saatnya Percepat Vaksinasi

Gugus Maluku

Kondisi serupa terjadi di Provinsi Maluku. Pada akhir September dan awal Oktober, pemerintah daerah di Maluku berhasil mempercepat laju vaksinasi hingga menyentuh angka 0,9 persen penduduk per pekan.

Sebelumnya, jumlah penduduk yang menerima vaksin dosis lengkap di wilayah Maluku selalu berada di bawah 0,9 persen penduduk dalam sepekan.

Namun, sejak pertengahan November, laju vaksinasi per pekan di wilayah Maluku kembali mengalami perlambatan. Jika sebelumnya laju vaksinasi di wilayah ini berhasil menyentuh angka 0,8 persen hingga 0,9 persen per pekan, selama empat pekan berturut-turut sejak pertengahan Oktober hingga awal November turun menjadi 0,5 persen hingga 0,6 persen per pekan.

Sama halnya seperti Papua, perlambatan laju vaksinasi di Maluku terjadi di tengah masih minimnya jumlah penduduk di Maluku yang menerima vaksin. Dari total 1,8 juta penduduk, hanya 14 persen penduduk yang telah menerima vaksinasi dosis lengkap hingga 8 November lalu.

Maluku adalah provinsi ketiga dengan capaian vaksinasi dosis lengkap terendah di Indonesia dibandingkan dengan provinsi lainnya.

Satu-satunya daerah di Indonesia timur yang berhasil mencatatkan percepatan laju vaksinasi adalah Provinsi Maluku Utara. Meski masih menjadi daerah keempat dengan capaian vaksinasi dosis lengkap terendah di Indonesia (14,3 persen penduduk), selama empat pekan terakhir percepatan vaksinasi berhasil dilakukan.

Sebelumnya, sejak Juli hingga awal Oktober 2021 jumlah penduduk yang menerima vaksin dosis lengkap per pekan di Maluku Utara selalu berada di bawah 1 persen dari jumlah penduduk. Rekor tertinggi berhasil dicapai pada awal November dengan penerima vaksin dosis lengkap yang mencapai 1,2 persen penduduk per pekan.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/DRbD2jE7TIpnXD6qM3nGXfhEtfY=/1024x1024/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F11%2F20211112-TCJ-Vaksin-Dosis-Lengkap-Maluku-mumed_1636713612.png

Baca juga : Pergerakan Laju Vaksinasi Mulai Berubah

Stok vaksin

Perlambatan vaksinasi yang terjadi di Papua, Papua Barat, dan Maluku tentu perlu menjadi fokus perhatian mengingat masih rendahnya capaian penerima vaksin di wilayah ini. Apalagi wilayah Indonesia bagian timur masih memiliki stok vaksin yang dapat digunakan untuk mempercepat laju vaksinasi.

Menurut catatan Kementerian Kesehatan, hingga 11 November 2021 seluruh provinsi di Papua dan Maluku memiliki ratusan ribu stok vaksin. Papua, misalnya, dari total 1,6 juta dosis vaksin yang diterima, baru digunakan 900.260 dosis. Artinya, masih tersisa 700.936 dosis vaksin yang belum digunakan.

Stok vaksin juga masih dimiliki oleh Provinsi Maluku. Dari total 1 juta dosis vaksin yang diterima, masih tersisa 330.220 dosis vaksin.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/Kl70W2ZMrFM24pJcEDPxYxEw5qw=/1024x882/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F11%2F20211112-NSW-Stok-Vaksin-mumed_1636713610.png

Masih banyaknya stok vaksin di tengah perlambatan laju vaksinasi dan minimnya jumlah penerima vaksin di Indonesia bagian timur menyiratkan adanya persoalan dalam pemerataan dan pelaksanaan vaksinasi.

Pemerataan perlu dilakukan di tingkat kabupaten/kota sehingga pelaksanaan vaksinasi dapat dipercepat, khususnya daerah-daerah yang sulit dijangkau. Jika tidak, daerah-daerah di Indonesia bagian timur akan selalu tertinggal dalam pelaksanaan program vaksinasi dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia. (LITBANG KOMPAS)

Baca juga : Mengapa Harus Membayar Berita Daring?

Editor:
yohanwahyu
Bagikan