logo Kompas.id
RisetKajian DataPenuhi Keadilan Korban Pelanggaran HAM 1998

Penuhi Keadilan Korban Pelanggaran HAM 1998

Indonesia sudah memiliki instrumen hukum untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat.

Oleh Andreas Yoga Prasetyo
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Sketsa wajah mahasiswa Trisakti yang menjadi korban penembakan pada 12 Mei 1998 terpasang pada Tugu Reformasi yang berada di depan Universitas Trisakti Jakarta, Senin (13/5/2019). Peristiwa penembakan yang menewaskan empat mahasiswa Trisakti saat menggelar aksi damai pada Mei 1998 tersebut merupakan salah satu kasus pelanggaran HAM berat yang belum dituntaskan.

Peristiwa pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia menjadi persoalan yang tidak mudah dituntaskan. Menjalankan amanat UU Pengadilan HAM merupakan komitmen yang terus ditagih oleh korban dan keluarga korban terhadap pemerintah.

Peristiwa di seputar reformasi 1998 menjadi bagian dari dugaan kasus pelanggaran  HAM berat yang belum selesai. Penyelidikan yang dilakukan Komnas HAM terhadap kasus penembakan Trisaksi, Semanggi I, dan Semanggi II, kemudian peristiwa kerusuhan Mei 1998, serta peristiwa penghilangan orang secara paksa belum dapat ditindaklanjuti Kejaksaan Agung.

Editor: Toto Suryaningtyas
Bagikan
Memuat data..