logo Kompas.id
RisetLinimasaKonsekuensi Perubahan UU KPK

Konsekuensi Perubahan UU KPK

Gugatan uji formil UU KPK hasil revisi ditolak Mahkamah Konstitusi.

Oleh Debora Laksmi Indraswari
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO

Para mahasiswa memadati Jalan Gatot Subroto saat berunjuk rasa di depan Gedung DPR Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2019). Mereka menuntut dibatalkannya Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) yang baru saja direvisi dan menolak revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Mahkamah Konstitusi menolak gugatan uji formil Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi. Partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat diperlukan untuk mengawasi jalannya pelaksanaan tugas KPK dan penindakan kasus-kasus korupsi di Indonesia.                           

Hakim MK menyatakan bahwa pemohon tidak beralasan secara hukum terhadap keberatan yang diajukan. Beberapa dalil permohonan yang ditolak yaitu UU KPK tidak termasuk dalam Prolegnas DPR, tidak dilibatkannya masyarakat dalam penyusunan UU, naskah akademik fiktif, dan penyelundupan dalam proses pembuatan UU.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Yoga Prasetyo
Bagikan
Memuat data..