logo Kompas.id
RisetLinimasaBuruh, Katalisator atau Komoditas Politik? (Bagian Pertama)

Buruh, Katalisator atau Komoditas Politik? (Bagian Pertama)

Kebijakan yang silih berganti dilahirkan oleh setiap periode pemerintahan membuat posisi buruh kerap terombang-ambing di antara dialektika politik negeri ini.

Oleh Dedy Afrianto
· 1 menit baca
Memuat data...

Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menggelar aksi memperingati Hari Buruh, di Jakarta, Jumat (2/5). Aksi yang dilakukan pada hari kerja tersebut menyebabkan kemacetan panjang di Jalan MH Thamrin hingga Istana Negara.

Sejak era pemerintahan Soekarno hingga saat ini, buruh kerap kali berada dalam dua posisi politik, yakni sebagai katalisator dan komoditas dalam kontestasi. Kebijakan yang silih berganti dilahirkan oleh setiap periode pemerintahan membuat posisi buruh kerap terombang-ambing di antara dialektika politik negeri ini.

Suka ataupun tidak, harus diakui bahwa buruh adalah bagian yang turut memainkan peranan penting sepanjang sejarah Republik. Perkumpulan dalam jumlah besar, gerakan yang bersifat masif dan reaktif, hingga organisasi yang tersebar hingga unit terkecil di perusahaan, melahirkan posisi tersendiri bagi buruh dalam jagat politik dalam negeri.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Yohan Wahyu
Bagikan
Memuat data..