logo Kompas.id
RisetLinimasaRamadhan, Bung Karno, dan Perjuangan Revolusi

Ramadhan, Bung Karno, dan Perjuangan Revolusi

Sejarah merekam, momentum Ramadhan juga diwarnai pergolakan mempertahankan kemerdekaan. Dari upaya diplomasi hingga pertumpahan darah.

Oleh Dedy Afrianto
· 1 menit baca
Memuat data...
ARSIP HARIAN KOMPAS

Presiden Soekarno (tengah) dan Wakil Presiden Mohammad Hatta (kiri) membuka Pekan Olahraga Angkatan Perang di Stadion Ikada Jakarta, September 1952. Hadir di panggung kehormatan, Menteri Pertahanan Hamengku Buwono IX (kanan).

”Selama beberapa lamanya dalam bulan suci ini, musuh kita bangsa penjajah Belanda, bangsa reaksioner Belanda, menyerang kita.... Jadikanlah setiap rumah pertahanan. Jadikanlah setiap hutan, sungai, parit-parit, pertahanan kita,” ujar Soekarno, 24 Juli 1947 (Pramoedya, dkk, 2001).

Pidato ini disampaikan Presiden Soekarno pada pekan pertama bulan Ramadhan tahun 1947. Seharusnya, umat Islam di Indonesia tengah bersukacita menyambut kedatangan bulan suci. Namun, Belanda melakukan agresi militer dan menduduki kota-kota penting sejak hari pertama pelaksanaan ibadah puasa.

Editor: Yohan Wahyu
Bagikan
Memuat data..