logo Kompas.id
RisetLinimasaGerakan “Mute” Massal dan Fenomena Sosial Sepak Bola Indonesia

Gerakan “Mute” Massal dan Fenomena Sosial Sepak Bola Indonesia

Tagar #gerakanmutemassal menjadi simbol ”perlawanan” sekaligus rasa ketidakpuasan pendukung sepak bola terhadap komentator pertandingan. Gerakan ini juga reaksi atas larangan menonton pertandingan bola di lapangan.

Oleh Dedy Afrianto
· 1 menit baca
Memuat data...
AFP/CARLOS COSTA

Kursi kosong di tribune penonton sebelum pertandingan sepak bola grup C Liga Champions antara FC Porto dan Olympique Marseille dimulai di Stadion Dragao, Porto, Portugal, Rabu (4/11/2020) dini hari WIB. Pertandingan dimainkan tanpa kehadiran penonton karena pandemi Covid-19.

Dalam laga Piala Menpora 2021, warganet ramai-ramai menyuarakan tagar #gerakanmutemassal sebagai sintesa atas kegelisahan terhadap literasi dan informasi yang disampaikan oleh komentator pertandingan. Kegelisahan ini dapat dipahami sebagai sebuah fenomena sosial yang bisa saja merambat sebagai gelombang perubahan sudut pandang suporter sepak bola Indonesia.

Dunia sepak bola Indonesia sejatinya tengah berada dalam euforia di tengah perhelatan Piala Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) 2021. Setelah mengalami mati suri selama satu tahun, inilah kesempatan pertama bagi klub Liga 1 untuk kembali merasakan iklim kompetisi.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Yohan Wahyu
Bagikan
Memuat data..