logo Kompas.id
RisetLinimasaPasang Surut Partai Gurem Pascapemilu

Pasang Surut Partai Gurem Pascapemilu

Sistem multipartai melahirkan distribusi suara partai yang tidak merata. Akibatnya, partai gurem hadir sebagai konsekuensi sistem multipartai. Ada yang bertahan, ada yang layu sebelum berkembang.

Oleh Dedy Afrianto
· 1 menit baca
Memuat data...
DOK KOMPAS

Pemilu 1955

Sistem multipartai yang dianut oleh Indonesia turut melahirkan partai dengan raihan suara kecil atau partai gurem sejak Pemilu 1955. Meski gagal meraih basis dukungan dalam skala besar, partai-partai kecil kerap kali menciptakan sebuah gerakan guna menjaga eksistensi. Beberapa di antaranya layu sebelum berkembang, sebagian lainnya berhasil bertahan.

Jika partai politik adalah arus sungai utama, partai gurem adalah anak sungai yang pasang surutnya tak kalah menarik untuk dicermati. Kecuali pada masa orde baru, partai gurem selalu hadir dalam ruang politik di Indonesia.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Yohan Wahyu
Bagikan
Memuat data..